Share

Lumajang – Komisi A DPRD Lumajang menduga ada penyelewenagan Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) di Desa Kecamatan Kunir. Hal ini disampaikan Ketua Komisi A DPRD Lumajang Hj. Dra. Nur Hidayati.

Menurutnya, dari sejumlah desa yang telah diperiksa, ada satu desa tidak beres dalam pertanggungjawaban penyerapan dan pengelolaan ADD dan DD, yaitu Desa Sukorejo Kecamatan Kunir.

“Ini sangat parah, uangnya gak ada di rekening, bangunannya juga gak ada,” tuturnya.

Pihaknya bersama anggota Komisi A yang lain telah mengecek berapa sisa saldo di rekening dan sekaligus mengkorscek hasil pembangunan yang bersumber dari ADD dan DD. Namun tidak ada bangunan yang dihasilkan.

“Kami croscek di lapangan, tidak ada bangunan,” paparnya kepada Memo Indonesia.

Melihat temuan ini, Komisi A telah memberi peringatan kepada pihak desa untuk segera meyelesaikan permasalahan ini. Bahkan dari Inspektorat, kata Nur Hidayati sudah turun tangan untuk menangani hal itu. “Kasus ini ditangani Inspektorat,” katanya. Lebih jauh Nur Hidayati menjelaskan, pihak desa mengatakan bahwa anggaran yang ada telah digunakan untuk membeli HT, motor, televisi, kipas angin, dan komputer.

“Begitu dicroscek, ternyata semua barang itu dapat pinjam ke tetangganya, karena kwitansinya tidak ada,” ucapnya.

Menyikapi hal itu, Ketua LSM Indonesia Bureaucracy Watch Lumajang Abdul Manaf, SE mengaku prihatin dengan kejadian itu. Pihaknya segera melaporkan kasus ini ke Pidana Khusus Sat Reskrim Polres Lumajang untuk dilakukan penyelidikan.

Apabila ditemukan dugaan korupsi, diminta statusnya dinaikkan menjadi penyidikan.”Kami akan kawal kasus ini hingga semua terjawab dengan sebenarnya,” tegas Manaf.(cho)