BONDOWOSO – Besarnya dana desa (DD) yang dikucurkan ke desa diharapkan mampu mendongkrak ekonomi daerah. Para kepala desa (kades) di Bondowoso diminta bisa mengelola DD semaksimal mungkin.

Hal itu disampaikan bupati Bondowoso Amin Said Husni saat pengarahan pengelolaan keuangan desa di Pendapa Bupati, Jumat (17/3).

Di hadapan kades se Bondowoso, Amin menyampaikan bahw Pemkab Bondowoso sudah mengeluarkan peraturan bupati (perbup) tentang pengelolaan DD/ADD. “Itu (perbup, red) adalah kitab sucinya perangkat desa,” ujar bupati dua periode ini.

Menurutnya, selama kitab suci itu dilaksanakan dengan benar, tertib serta disiplin, maka pembangunan di desa akan lancar. “Masyarakat mendapatkan manfaat, kadesnya juga bahagia,” tukasnya.

Amin menjelaskan, Perbup yang telah disusun oleh Pemkab itu harus dipahami dan dijalankan dengan benar, khususnya oleh Kades. Apalagi, DD dan ADD tiap tahun semakin mengalami peningkatan. “Mudah-mudahan ini bisa mendorong perekonomian di desa,” harapnya.

Ada tips yang menurut Amin bisa diterapkan Kades dalam mengelola dana desa. Tips itu adalah toto (ditata), titi (dijalankan), dan titis (presisi, tepat sasaran, dari bahasa madura).Menurutnya, anggaran besar tersebut harus ditata dengan baik, dijalani dengan benar, dan penggunaannya tepat sasaran.

“Salah satu yang paling penting itu harus tepat sasaran dalam penggunaan dana desa itu. Ibarat pijat refleksi, ditekan satu titik sudah bisa terasa ke seleuruh tubuh. Pengelolaan dana desa juga harus seperti itu,” tukasnya.

Secara tekhnis, hal yang bisa dioptimlkan adalah pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes). “Bumdes itulah yang harus bisa mengungkit perekonomian desa,” harapnya.

Di sisi lain ketua DPRD Bondowoso Ahmad dhafir dalam pertemuan tersebut berpesan agar kades bisa menyelesaikan pengerjaan sesuai aturan yang berlaku.

“Yang penting bagaimana pekerjaan selesai, urusan harus selesai. Mudah-mudahan kekurangan yang terjadi di 2016 tidak terulang kembali saat ini,”harapnya.

Dhafir juga meminta agar Kades memaksimalkan fungsi Bumdes. “Silahkan alokasikan DD untuk penyertaan modal kepada Bumdes. Dana ini kemudian digunakan memfasilitasi warganya untuk pengembangan ekonomi,” pungkasnya. (esb)