Share

BONDOWOSO – Setelah bertahun-tahun berlabel sebagai daerah tertinggal, Bondowoso kini bersiap lepas dari status tersebut. Berbagai upaya terus dilakukan, mulai dari peningkatan pendidikan, kesehatan dan perekonomian.

Hal itu disampaikan oleh Bupati Bondowoso Amin Said Husni saat memberikan pengarahan di hadapan kepala desa di pendapa Bupati, Jumat (17/3).

Amin menjelaskan, tekad untuk keluar dari status tertinggal pada 2018 mendatang sudah dia laporkan juga kepada Menteri Desa di Jakarta beberapa waktu lalu.

“Tahun depan bondowoso keluar dari status daerah tertinggal,” ujarnya yang langsung disambut tepuk tangan undangan.

Di hadapan ratusan kepala desa itu, Amin juga meminta dukungan agar tekad itu bisa benar-benar teralisasi. “Ada beberapa hal yang butuh dukungan kepala desa,” harapnya.

Di bidang pendidikan, misalnya, Amin berharap agar kepala desa juga membantu meningkatkan rata-rata lama usia sekolah.

“Kita berharap kades bisa membantu memfasilitasi yang belum bersekolah, harus bersekolah. Nanti bisa sinergi antara dinas dengan pemerintah desa, guru-guru untuk pendidikan keaksaraan dan kesetaraan,” jelasnya. Bisa juga, lanjut dia, dialokasikan beasiswa dari keungan desa.

Di bidang kesehatan, Amin berharap desa juga ajtif dalam menekan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB).

Yang tak kalah pentingnya, lanjut Amin, daerah juga harus meningkatkan peningkatan asli daerah (PAD).Dengan menggerakkan ekonomi di desa, maka otomatis ekonomi daerah juga terungkit.

“Kalau semua itu berjalan baik, tentu tidak lama lagi kita akan keluar dari status daerah tertinggal,” harapnya.

Tekad pemerintah daerah itu juga diamini oleh ketua DPRD Bondowoso Ahmad Dhafir yang juga hadir dalam kegiatan tersebut. “Tentu kita harus bersama-sama, sinergi yang baik antara pemerintah dengan berbagai pihak, termasuk juga pemerintah desa, harus dijaga. 2018 kita harus keluar dari status daerah tertinggal,” pungkasnya. (esb)