Bondowoso – Posyandu Tunas Bangsa, Desa Sempol, Kecamatan Ijen, Bondowoso dipastikan mewakili Kabupaten Bondowoso dan Provinsi Jawa Timur dalam Lomba Posyandu tingkat Nasional 2017. Hal ini disampaikan Kepala Puskesmas Ijen, drg Rudy Iswoyo usai menyambut kedatangan Sekretaris Daerah (Sekda) Drs. H. Hidayat, M.Si bersama Kepala OPD di Posyandu Tunas Bangsa, Senin (17/4) pagi tadi.

“Hari ini, Sekda bersama Kepala OPD lainnya datang memantau persiapan Lomba Posyandu tingkat Nasional. Alhamdulilah, perhatian beliau akan menjadi motivasti tersendiri bagi para kader posyandu dalam mempersiapkan lomba,” ujar Kepala Puskesmas Ijen, drg Rudy Iswoyo kepada Memo Indonesia.

Rudy Iswoyo mengaku bangga Posyandu Tunas Bangsa bisa mewakili Bondowoso dan Provinsi Jawa Timur dalam lomba tingkat Nasional. Pihaknya selalu melakukan pembinaan terhadap posyandu melalui kader-kader yang tersebar di seluruh desa. Khusus untuk Posyandu Tunas Bangsa ini keberadaannya sangat mandiri dan memiliki banyak inovasi.

“Kami juga melakukan koordinasi dengan Pemkab, Dinkes, Rumas Sakit, dan instansi terkait dalam rangka peningkatan mutu kader posyandu. Sehingga Tunas Bangsa ini menjadi Taman Posyandu yang mandiri dengan memiliki sekitar 12 inovasi sehingga terpilih menjadi Posyandu terbaik tingkat Provinsi,” ujarnya.

Diakui Rudy Iswoyo, dengan 12 inovasi yang dimiliki, Posyandu Tunas Bangsa Sempol memiliki banyak keunggulan dengan posyandu yang lain. Sehingga berhak mewakili Provinsi Jatim setelah dinobatkan sebagai juara 1 tingkat Provinsi. Saat ini, Posyandu Tunas Bangsa Sempol tengah berjuang bersama lima posyandu lainnya di tingkat Nasional.

“Mohon doa dan dukungan masyarakat Bondowoso untuk menjadi Posyandu terbaik tingkat Nasional. Terima kasih atas apresiasi Bapak Sekda bersama OPD yang hari ini datang memantau dan memberikan semangat,” tambahnya.

Rudy Iswoyo menjelaskan inovasi yang dimiliki Posyandu Tunas Bangsa diantaranya adalah berkebun dan bertoga, kampung strowbery, serta kelas ibu hamil. Ini berbeda dengan posyandu pada umumnya, untuk Posyandu Tunas Bangsa ini tidak hanya diikuti oleh kaum ibu saja, melainkan kaum suami juga ikut.

“Untuk persiapan inovasinya sudah 80 persen karena sudah berjalan lama. Untuk persiapan administrasi dan pembukuan lainnya juga sudah siap,” sambungnya.

Sementara Sekda Bondowoso, Drs. H. Hidayat, M.Si memberikan apresiasi dan dukungan penuh kepada Posyandu Tunas Bangsa yang mewakili Kabupaten dan Provinsi dalam lomba Posyandu tingkat Nasional. Untuk itu, Sekda meminta agar dilakukan pembinaan oleh semua instansi yang berkaitan.

“Posyandu memiliki peranan yang sangat besar dalam pelayanan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat tingkat desa. Untuk itu harus dilakukan pembinaan oleh semua instansi yang berkaitan,” ujarnya.

Pihaknya juga tidak memungkiri akan memberikan reward sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap para pelaku kesehatan. Hal itu dalam upaya meningkatkan motivasi para kader agar dalam melaksanakan kegiatan bisa maksimal.

“Karena kehadiran kader posyandu juga dinilai sangat berpengaruh terhadap pelayanan kesehatan, terutama untuk membantu ibu hamil serta menekan angka kematian ibu dan bayi di Bondowoso,” pungkasnya. (ron)