Share

SITUBONDO – Politisi partai Demokrat yang juga sebagai anggota Komisi III DPRD Situbondo, Janur Sasra Ananda meninjau langsung lokasi wisata Karang Kenik (KK) 26 di Desa Olean, Kecamatan Situbondo yang terdampak hujan deras.

Lokasi Wisata KK 26 sendiri disebutkan bahwa pada bulan Mei 2023 mendatang sebagai salah satu tempat yang akan ditempati acara temu Inklusi nasional dan akan dihadiri Presiden RI, Ir. Joko Widodo. Namun saat ini luluh lantah di terjang badai.

Menurut Kepala Desa Olean, Ansyori, pihaknya sebenarnya sudah siap akan jadi tuan rumah. Namun karena sebuah bencana, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk segera melakukan pembangunan kembali. Utamanya perbaikan beberapa fasilitas yang hancur total.

“Di antara fasilitas yang hancur, aula dan dua unit homestay yang semua terbuat dari bahan bambu. Kerugian ditaksir sekitar Rp 600 juta,” terang Ansyori.

Ia mengaku akan secepatnya membangun kembali, agar acara temu Inklusi Nasional mendatang berjalan lancar.

Baca Juga : Pergi Melaut, Nelayan Hilang Kontak di Perairan Mimbo Situbondo

“Jadi kami berharap agar pemerintah daerah juga bisa turun meninjau langsung. Sehingga pembangunannya bisa segera dilaksanakan dan tidak menjadi halangan dalam pelaksanaan temu inklusi nasional tersebut,” tambahnya.

Sementara itu Anggota Komisi III DPRD Situbondo, Janur Sasra Ananda menjelaskan, bahwa sebelum meninjau dirinya sudah melakukan koordinasi pada pihak pemerintah terkait anggaran penanggulangan bencana.

“Menurut pihak Pemkab, anggaran penanggulangan bencana daerah Situbondo saat ini terbatas. Namun pihak pemkab berkomitmen akan mengupayakannya,” kata Janur.

Agenda temu inklusi nasional mendatang merupakan momen yang sangat penting bagi pemerintah daerah. Lebih-lebih wisata KK 26 ini. Untuk itu dirinya mohon dukungan dari berbagai pihak untuk bekerja sama dalam membangun kembali wisata KK 26 ini.

Di tempat yang sama, Plt Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Situbondo, Sentot yang turut hadir mengatakan, pihaknya sementara ini fokus pada penanggulangan bencana di sepanjang jalur Pantura dan beberapa pemukiman warga yang beberapa hari kemarin juga terdampak bencana akibat cuaca ekstrem.

“Akibat terdampak bencana dan guna menghindari hal yang tidak diinginkan saat ini wisata KK 26 untuk sementara ditutup total untuk umum,” pungkasnya.(Ipung)