JEMBER – Maraknya penyebaran paham radikal dan potensi terorisme di bumi pertiwi membuat Polres Jember memberikan imbauan kepada masyarakat agar berhati-hati. Seluruh elemen masyarakat juga diminta mewaspadai media sosial.

Kanit Kamsa Polres Jember, Djuni Trihandoyo menjelaskan bahwa penyebaranpaham-paham berbau radikal dan mengarah ke aksi teror telah banyak beredardi dunia maya. Dia menjelaskan bahwa bentuk radikalisme dan terorisme sudah menyerang masyarakat melalui media sosial. Dia mengimbau agar masyarakat selalu waspada terhadap info-info yang tersebar dalam jaringan internet ini.

Mirisnya, yang menjadi sasaran tidak hanya sebatas masyarakat secara umum, para pelajar juga menjadi target utama. Djuni menceritakan bahwa satuannya telah pernah menggagalkan salah satu korban yang masih berstatus pelajar untuk ikut bergabung kedalam kelompok radikal dan teroris.

“Korbannya salah satu pelajar dari SMK negeri di Jember. Untungnya kami bisa segera menangani hal itu,” ungkapnya saat ditemui di Polres Jember. Selain itu, dia menceritakan bahwa si korban ini sudah hampir terekrut untuk keluar negeri.

Selain imbauan yang diberikan, Satbinmas juga menggandeng banyak kalangan, mulai dari pemerintahan seperti dinas pendidikan, tokoh masyarakat, ulama’, akademisi, dan lainnya. Upaya ini dikemas dalam bentuk suatu program gagasan satuan Polres Jember tersebut, yaitu program pembinaan. Program tersebut beragam, terkadang bentuknya adalah penyuluhan ke sekolah-sekolah dan pembinaan ke kelompok-kelompok kajian masyarakat.

Selama ini program pembinaan untuk menghalau dan membasmi radikalisme dan terorisme itu diluncurkan ke pesantren-pesantren yang ada di wilayah Jember. “Kelompok kajian keagamaan di masyarakat dan terkadang di pesantren-pesantren selalu menjadi perhatian kami. Kami tidak ingin terkecoh sedikit pun,” jelasnya kepada Memo Indonesia.

Djuni menegaskan bahwa pengaruh media sosial sangat berbahaya apabila kontennya sudah mengarah kepada radikalisme dan terorisme. Dia mengimbau agar selalu waspada dan berhati-hati dengan dunia maya. Filterisasi sangat diperlukan untuk menyaring informasi yang sudah mengarah kepada dua hal tersebut. Selain itu dia berharap bahwa semua pihak dan elemen masyarakat dapat bekerjasama dalam menumpas habis radikalisme, paham-paham ekstrem dan segala bentuk terorisme.

“Semuanya memiliki peranan penting untuk menjaga keutuhan bangsa, negara dan NKRI. Kalau kita saling menjaga pasti semuanya bisa dikendalikan,” harapnya. (hus/esb)