Share

BONDOWOSO – Pemerintah Daerah Bondowoso mewaspadai faktor resiko penularan melalui pedagang unggas keliling dan pengusaha telur ayam.

Hal ini menyusul ditemukannya kasus flu burung atau Avian Influenza (AI) yang mengakibatkan 74 ekor ayam mati mendadak di Desa Kalianyar, RT.17 RW.4, Kecamatan Tamanan pada Sabtu (18/4/2020) lalu.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Peternakan (Disperta) Pemkab Bondowoso Drh. Cendy Herdiawan, flu burung bersifat zoonosis. Artinya penyakit pada binatang yang dapat menular pada manusia. Karena itulah, kendaraan mereka harus disemprot menggunakan cairan disinfektan, selama lima hari berturut-turut.

Di sisi lain, pihaknya juga memberikan pemahaman kepada masyarakat setempat agar tidak menjual dan mengonsumsi sisa unggas yang masih hidup. Termasuk pula, untuk tidak mendatangkan unggas baru, selama kurang lebih satu bulan.

” Unggas sisa yang masih hidup kita minta untuk dikandangkan. Alhamdulillah sudah dilaksanakan,” katanya.

 

Baca Juga : Pemerintah Desa Botolinggo Dirikan Posko Antisipasi Penyebaran Covid-19

 

Selama tujuh hari, Puskesmas akan memantau kondisi kesehatan masyarakat di sekitarnya, terutama orang dalam resiko tinggi seperti lansia dan anak-anak.

Jika terdapat warga yang mengalami demam tinggi, mereka akan dirujuk ke rumah sakit atau ke Puskesmas terdekat.

” Kalau kita kan menangani hewannya. Tapi tetap goalnya, ujung-ujungnya adalah kesehatan pada manusianya,” tambahnya.

Cendy menambahkan, penanganan 74 hewan ternak yang sudah mati dilakukan dengan menggunakan rapid test. Para petugas melakukan swab dengan mengambil trakea dan kloaka pada puluhan hewan tersebut. Setelah itu, bangkai ayam dimusnahkan dengan cara dibakar dan dikubur di dalam tanah.(och)