Share

BONDOWOSO – Anggota DPRD Bondowoso fraksi PKB, A Mansyur mendorong pemerintah daerah, dalam hal ini Dinas Kesehatan untuk melakukan rapid test gratis kepada semua santri.

Alasannya tak lain karena perlu mewaspadai orang tanpa gejala (OTG). Sehingga sebaiknya rapid test dilakukan kepada semua santri meskipun tak menunjukkan gejala yang mengarah pada virus Corona. Maupun, santri yang bukan dari zona merah.

“Ada namanya juga kan OTG (Orang Tanpa Gejala). Nah itu bagaimana kita melihat itu, biar pondok tidak menjadi kluster baru. Sehingga semaksimal mungkin santri yang kembali ke pondok, juga dirapid itu. Karena anggarannya sudah kita siapkan,”jelas Mansyur pada awak media.

Menurutnya, semula memang Dinas Kesehatan menyampaikan terkendala dengan anggaran untuk pembelian alat rapid test. Yang memang tak sebanding dengan jumlah santri yang mencapai puluhan ribu.

Namun, kata Mansyur, itu tak bisa menjadi alasan lagi saat ini. Karena, DPRD melalui pansus Covid-19 telah menyetujui pengajuan tambahan anggaran.

 

Baca Juga : Akui Buat Video Bersama Perempuan, Harry Mengaku Khilaf

 

“Ini maksud kami DPRD, kenapa harus semuanya. Tidak ada alasan kalau 22ribu terlalu banyak. Karena anggaran kita sudah besar. Hari ini mungkin sudah jadi sekitar Rp 5 milliar sekian untuk kesehatan, memang tidak semua untuk rapid,”ujarnya.

Termasuk, nanti juga kepada orang-orang yang hendak bekerja. Dan wajib membawa hasil rapid test.

“Ini sama-sama butuh. Tapi, kita sampaikan ada skala prioritas. Sama-sma butuh ini,”pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, ribuan santri yang akan kembali ke Pondok Pesantren di Bondowoso tampaknya tak bisa semuanya memperoleh rapid test gratis.

Penyebabnya, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Bondowoso yang terbatas.

Karena itulah, rencananya rapid test gratis akan diprioritaskan kepada santri yang memiliki gejala-gejala. Seperti flu terus menerus, suhu tubuh yang tinggi.(och)