Share

BONDOWOSO – Media sosial menjadi sarana setiap orang melakukan interaksi. Media sosial seperti dua belah mata pisau, jika tak bijak dalam menggunakannya, media sosial bisa menjadi perantara penggunanya celaka.

Seperti yang terjadi pada seorang perempuan asal Bondowoso Jawa Timur berinisial IP. IP yang jelas-jelas telah memiliki suami dan 3 anak ini kepincut dengan pria lajang di media sosial hingga nekat menjalin perselingkuhan.

Akibatnya, setelah hubungan haram itu terungkap mengakibatkan Maharsuya Yusi Widigdya alias Yusi (33) yang tak lain adalah suami IP dibunuh oleh selingkuhan IP berinisial BH.

Tersangka BH mengaku mengenal IP sejak Januari 2022 lewat media sosial hingga menjalin cinta terlarang.

Meskipun IP telah memiliki 3 anak, namun BH tetap melanjutkan hubungan gelap tersebut hingga nyaris setahun.

“Saya kenal istri korban sejak Januari 2022 dari medsos,” ungkap BH usai pers rilis di Mapolres Bondowoso, Kamis (1/12/2022).

Diberitakan sebelunya, seorang driver ojek online di Bondowoso tewas di tangan selingkuhan istrinya, Rabu (30/11/2022). Dia adalah Maharsuya Yusi Widigdya alias Yusi (33) warga Desa Sumber Kalog, Kecamatan Wonosari, Bondowoso.

Driver Ojol yang biasa dipanggil Yusi itu tewas di rumah kontrakannya di Jl. Kolonel Sugiono Rt 10 Rw 2 Kelurahan Kademangan, Kecamatan Bondowoso setelah ditusuk menggunakan sebilah pisau oleh tersangka BH (31) warga Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari.

Tragedi pembunuhan itu terjadi ketika almarhum Yusi sepulang kerja mendapati istrinya sedang berduaan di kamar bersama pelaku BH. Pertengkaranpun tak terhindarkan. Tapi bukan antara si suami dengan pria selingkuhan istrinya, melainkan justru anatara si suami dengan istrinya.

Baca Juga : Driver Ojol di Bondowoso Meninggal Setelah Pergoki Istrinya Berduaan dengan Lelaki Lain

Saat melihat perseteruan sepasang suami istri itulah, pelaku BH yang mengaku tak tega selingkuhannya dimarahi hingga dipukul suaminya, lantas BH naik pitam hingga menghabiskan nyawa suami selingkuhannya menggunakan pisau lipat yang memang dibawanya dari rumah.

“Korban berinisiatif mengejar tersangka saat keluar kamar dan hendak melakukan pemukulan kepada tersangka kemudian di saat yang bersamaan tersangka menghujamkan atau menusukkan pisau lipat tersebut bertubi tubi sebanyak 7 (tujuh) kali kearah badan Korban,” ungkap Kapolres Bondowoso AKBP Wimboko saat menggelar Press Release, Kamis (1/12/2022).

Atas perbuatannya pelaku BH yang diketahui sebagai penjual buah terancam hukuman seumur hidup. Pelaku BH terjerat pasal 340 Subs PASAL 338 Subs PASAL 351 ayat (3) KUHP.

“Ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup atau penjara sementara 20 (dua puluh) tahun,” pungkas Kapolres Bondowoso. (abr)