Share

BONDOWOSO – Masyarakat Bondowoso mengaku kesulitan mendapatkan tabung gas LPG 3Kg sejak seminggu hari terakhir. Kalaupun ada, warga harus rela membeli gas melon dengan harga 30 ribu rupiah.

Sebagai buntut kekesalan, banyak warga melayangkan protes kepada pemerintah lewat media sosial. Pemerintah dianggap dianggap tak mau tahu penderitaan warga, apalagi dapat menyetabilkan harga gas melon yang terpaut jauh dari Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Kenapa gas elpiji langka? Setelah ada harganya luar biasa. Siapa yang salah, pemerintah atau rakyat ?,” tulis sebuah akun facebook bernama Supa’at Kurniawan di Grup Suara Rakyat Bondowoso.

Ia mempertanyakan fungsi kontrol pemerintah maupun penegak hukum karena harga gas melon berkisar dari 25 ribu hingga 30 ribu. Padahal harga normal berkisar antara 17-20 ribuan saja.

Kondisi tersebut melahirkan sebuah fenomena ekonomi yang merepotkan. Betapa tidak, ketidakmampuan pemerintah dalam mengimbangi ketersediaan gas bersubsidi membuat warga kelimpungan memenuhi kebutuhan selama Ramadhan.

Kepala Bagian Perekonomian Pemkab Bondowoso, Aris Wasiyanto menjelaskan, kelangkaan gas bersubsidi disebabkan karena penggunaannya salah sasaran. Masyarakat mampu, pengusaha hotel, hingga peternakan ayam menggunakan gas tersebut untuk kebutuhan usaha mereka.

“Mereka yang kaya-kaya memakai tabung 3 kilo. Sebenarnya tidak layak,” katanya saat dikonfirmas, Rabu (14/04/2021).

 

Baca Juga : Warga Bondowoso Temukan Kubur Bilik Peninggalan Budaya Megalitikum

 

Sayangnya, penggunaan gas bersubsidi yang tidak tepat sasaran tersebut tidak memiliki sanksi tegas. Pihaknya hanya bisa mengimbau kepada TNI-Polri maupun para ASN agar tidak menggunakan gas milik masyarakat miskin.

Diakuinya, masyarakat mampu pun sangat sulit untuk menggunakan gas nonsubsidi yang disediakan pemerintah.

“Ya kita disini karena aturan di atas tidak ada sanksi. Paling sanksinya kita tegur saja kalau mereka tidak layak. Mudah-mudahan dengan kesadaran sendiri,” bebernya.

Adapun, pemerintah setempat telah berupaya menambah ketersediaan gas dengan mengajukan tambahan fakultatif kepada Pertamina sebanyak 4 persen.

Di kota Tape, kebutuhan masyarakat akan energi gas elpiji dalam setahun sebanyak 5 juta tabung. Angka tersebut bisa meningkat saat memasuki hari-hari besar keagamaan sehingga stoknya perlu ditambah

“Memang kita harus bersuka cita menghadapi bulan suci Ramadhan. Tapi bukan dengan cara meningkatkan konsumsi yang luar biasa. Bisa kita lihat antrian orang di pasar,” tutupnya. (abr)