Share

PROBOLINGGO KOTA – Walikota Probolinggo, Hj Rukmini diwakili Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Probolinggo, Aman Suryaman menggelar Bimbingan Teknik tahap III sebagai lanjutan gerakan menuju 100 smart city.

Menurut Aman, Walikota Probolinggo berharap para peserta bisa maksimal dan fokus dalam merumuskan master plan smart city. Dibutuhkan dukungan dan kerja sama semua OPD , sehingga tercipta inovasi bagi program Probolinggo smart city.

“buku ini yang menjadi panduan penyusunan strategi pembangunan Probolinggo Smart city. Karena bukan hanya berkaitan dengan teknologi, tapi juga membantu masyarakat. Diantaranya, mengelola sumber daya yang efisien, serta memberikan informasi yang akurat terkait antisipasi kejadian yang tak terduga sebelumnya,” jelasnya.

Kegiatan yang bertempat di ruang pertemuan PKK, terlihat beberapa perwakilan dari masing-masing OPD tampak berkelompok meliputi smart governance, smart branding, smart economy, smart living, smart society, smart environment, untuk merumuskan buku III.

Perwakilan dari Direktorat Layanan Aplikasi Informatika Pemerintahan (LAIP) Kementerian Kominfo RI, Yusuf Simatupang mengatakan jika Bimtek III ini ikut menentukan dalam penyusunan master plan smart city.

“Kali ini diharapkan ada hasil lebih tajam dan mengerucut, sehingga program smart city Kota Probolinggo bisa diwujudkan secara sustainable. Nanti kepala daerah yang bakal show case bersama 49 kabupaten/kota lain di Indonesia pada Bulan November mendatang. Dan ini sebuah kebanggaan jika dengan segala keterbatasan justru mampu menjalankan smart city,” imbuhnya.

Pada kegiatan tersebut, para peserta didampingi oleh narasumber Profesor Yudho Giri Sucahyo. Ia membuka kembali gambaran buku II, serta mengingatkan peserta agar lebih detail merinci rencana aksi.

“Apakah programnya masih relevan atau tidak? Jika masih relevan dibuatkan roadmap/peta jalan untuk jangka pendek, menengah dan jangka panjang,” katanya lagi.

Menurutnya, pemaparan dan diskusi di hari pertama meliputi tujuan dan sasaran, indikator keberhasilan, pelaksana, kerja sama, pembiayaan, monitoring dan evaluasi serta timeline.

Beberapa inovasi juga disampaikan oleh peserta diantaranya, program intensifikasi layanan sempit (INTIM), Probolinggo ber-organik (Go Nik), peta wisata digital, pilot project green building, kota ramah lingkungan serta upaya menuju Impressive Probolinggo City. (afu)