Share

PROBOLINGGO, MI – Walikota Probolinggo, Hj Rukmini mencoba trayek lintas pelayaran Pamekasan – Probolinggo, yang didampingi oleh Kepala OPD, Camat dan Lurah langsung.

Menurut Hj Rukmini, sekarang warga Kabupaten Pamekasan tidak lagi pusing untuk memikirkan jarak dan transportasinya untuk bisa menuju Kota/Kabupaten Probolinggo.

“Melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Propinsi Jawa Timur,  sudah menyediakan transportasi kapal cepat yang menghubungkan dua daerah itu,” kata Walikota Hj Rukmini.

Masyarakat Kota Probolinggo dan Kabupaten Pamekasan yang melakukan aktivitas di Probolinggo – Pamekasan maupun sebaliknya, kini bisa pulang pergi melalui jalur laut ini.

Kapal Cepat Srikandi Marina 01 tersebut langsung dicoba dari Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Branta Pamekasan menuju Tanjung Tembaga Kota Probolinggo.

Sesampai di Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Branta Pamekasan, Walikota Hj Rukmini beserta rombongan langsung disambut oleh Kabid Perhubungan Laut LLASDP Dishub Propinsi Jatim, Nyono dan Kepala Kantor UPP kelas III Branta, Edy Kuswanto.

Baca Juga : 218 CJH Asal Kota Probolinggo Diberangkatkan Sekda

Sementara itu, Kepala Kantor UPP kelas III Branta, Edy Kuswanto menyampaikan rasa bangga dan mengucapkan terima kasih atas kunjungan wali kota yang mencoba trayek lintas pelayaran Pamekasan – Probolinggo ini meski di perjalanan terjadi ombak besar dan harus diarahkan ke Camplong.

Dalam sambutannya, Kabid Perhubungan Laut LLASDP Dishub Provinsi Jatim Nyono menyampaikan, dengan adanya trayek lintas pelayaran Pamekasan – Probolinggo yang merupakan program dari Dishub Propinsi Jatim, yaitu untuk mempersingkat jarak tempuh masyarakat dari Pamekasan menuju Probolinggo dan sebaliknya yang bisa ditempuh dalam waktu 1-1,5 jam sehingga pertumbuhan ekonomi akan lebih cepat karena mobilitas masyarakat tidak terhambat.

“Dengan adanya trayek lintas pelayaran Pamekasan – Probolinggo ini dapat mempersingkat jarak tempuh masyarakat untuk melakukan aktivitas sehingga pertumbuhan ekonomi tidak akan terhambat dan juga untuk meningkatkan destinasi pariwisata di dua daerah tersebut,” ucap Nyono.

Nyono menegaskan bahwa tidak lagi pusing untuk memikirkan jarak dan transportasinya. Dinas Perhubungan Propinsi Jawa Timur sudah menyediakan transportasi kapal cepat yang menghubungkan dua daerah itu. (afu)