Share

BONDOWOSO – Banyak lahan pertanian di Bondowoso telah beralih fungsi sebagai perumahan. Kondisi ini jika dibiarkan terus menerus, maka khawatir mengganggu keberlangsungan ketersedian pangan.

Hal ini disampaikan oleh Wakil Bupati Bondowoso, Irwan Bachtiar Rahmat dalam acara FGD (Focus Group Discussion), di Cafe Orilla, Rabu lalu (19/12) .

Ia mengatakan, regulasi dilarangnya mengkonvensi tanah, dari lahan pertanian yang produktif jadi lahan perumahan itu  selama ini sebetulnya ada. Hanya saja tampak masih berulang. Oleh karena itulah, pihaknya akan memberikan teguran kepada dinas perijinan. Sehingga perijinan lebih ketat, untuk mengatasi hal-hal semacam ini.

Karena, kalaupun petani menjual tanah tersebut, kalau Pemkab setempat tidak memberikan ijin, tetap tidak bisa untuk menggunakan lahan pertanian yang produktif jadi lahan perumahan.

“Jangan sampai kajian dari pertanian itu dikalahkan oleh amplop yang menurut saya itu,” ungkapnya.

 

Baca Juga : Koni Tingkatkan Kapasitas Pelatih Melalui Workshop Penerapan Iptek Olahraga

 

Ke depan, Wabup Irwan, meminta agar hal semacam itu, harus dicegah dan dimonitoring. Sehingga, nanti tidak ada lagi lahan-lahan produktif, menjadi lahan perumahan.

“Dengan maraknya perumahan-perumahan yang dibangun, dan itu saya lihat banyak lahan-lahan pertanian produktif yang digunakan,” katanya.

Dari data yang diperoleh Memo Indonesia, bahwa sektor terbesar dalam PDRB Kabupaten Bondowoso adalah sektor pertanian.

Adapun prosentasenya, sektor pertanian 31,82 persen, industri 21,39 persen, perdagangan 15,03 persen, konstruksi 9,69, dan Informasi dan Komunikasi 5,14 persen.(och)