Share


BONDOWOSO– Wakil Bupati Irwan Bachtiar Rahmat menegaskan pihaknya akan memberantas pungutan liar (pungli) dan aksi premanisme yang terjadi di sejumlah objek wisata di kawasan Kecamatan Ijen. Bahkan, pihaknya berencana akan menggandeng aparat keamanan secara terpadu. Yakni kepolisian, TNI (KODIM), dan Satpol PP.

“Kita akan menempatkan apparat keamanan disana secara terpadu. Antara kepolisian, TNI dalam hal ini Kodim, ada pos terpadu disana, Satpol PP dan sebagainya. Dan itu betul-betul akan kita berantas. Sebagaimana yang sudah ada di Kali Pahit,” ujar Wabup Irwan usai mengikuti Rapat Paripurna, Selasa (22/1).

Ia menerangkan pihaknya telah mendatangi langsung mereka yang melakukan aksi premanisme. Bahkan, diakuinya mereka telah meminta maaf, dan berharap ke depan turut dilibatkan dalam mengelola tempat wisata, baik sebagai kelompok sadar wisata dan lainnya.

“Ya kita akan melibatkan masyarakat. Kita membangun sukses kalau berdampak kepada masyarakat. Multile effectnya begitu,” ujarnya.

 

Baca Juga : Wabup Irwan Ingatkan Jam Kerja Kades

Ditanya perihal investasi besar oleh Pemkab terhadap pariwisata namun tidak berdampak pada PAD, Wabup Irwan menerangkan bahwa itu terjadi dulu. Untuk saat ini, pihaknya mau membangun pariwisata harus ada kajian. Antara nilai investasi dengan kontribus terhadap PAD.
“Kajian itu tidak hanya sebatas satu dua tahun. Tapi jangka Panjang. Lima tahun ke depan bagaimana. Kalau dalam istilah bisnis, ada business plannya, tingkat break event kita sampai tahun berapa, dan sebagainya,” jelasnya.

Menurutnya, pemerintah daerah telah menetapkan bahwa Kawasan Bondowoso akan menjadikan tempat pariwisata di wilayah setempat icon sebagai Europe Van Bondowoso. Ada beberapa Kawasan wisata yang memang identik dengan wisata-wisata yang ada di Eropa.

“Kenapa saya katakan Europa Van Bondowoso? Karena untuk membranding Bondowoso, untuk mengenalkan Bondowoso akan lebih mudah. Untuk tahap pertama kita akan membangun wisata wi bagian Bondowoso timur. Kawah Ijen dan sekitarnya. Dan itu akan menjadi skala prioritas dalam RPJMD kita,”pungkasnya.(och)