Share

SURABAYA – Adanya Kantor Bersama Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) yang dikhususkan di bidang pelayanan publik dalam hal pengurusan registrasi dan administrasi kendaraan bermotor, nampaknya menjadi lahan basah bagi oknum berseragam coklat (polisi) untuk memperkaya diri.

Dari penelusuran di lapangan, ditemukan registrasi perpanjangan setiap lima tahun sekali (Penul) Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) kendaraan bermotor roda dua Merk Honda warna putih violet Nopol L 5417 atas nama Siti R beralamat jalan Tambak Mayor Barat,Surabaya tanpa dilengkapi dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP) asli pemilik kendaraan dan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB).

Parahnya, pengurusan tersebut ternyata tidak gratis karena dikenakan biaya Rp 750 ribu rupiah diluar biaya Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) di Samsat Surabaya Barat jalan Raya Tandes No.01,Surabaya.

Siti M pemilik asal kendaraan sesuai STNK mengatakan,bahwa tidak ada seorangpun yang datang ke rumah untuk meminjam KTP. “Tidak pernah ada yang pinjam KTP saya,dan motor saya itu sudah lama saya jual, kurang lebih dua tahunan yang lalu,Pak,” katanya kepada Memo Indonesia saat ditemui di rumahnya.

 

Baca Juga : Soal Izin Penggunaan Pendapa, Ini Klarifikasi Bagian Umum Pemkab

 

Disisi lain, staf Perwira Urusan (Paur) Aiptu Dewa saat dikonfirmasi terkait temuan tersebut membenarkan bahwa berkas tersebut memang ada dan pengurusannya melalui seorang calo bernama Aan.

“Setelah saya cari berkasnya, benar mas ada dan pengurusnya calo bernama Aan,” katanya.

Disinggung terkait temuan dan biaya tersebut, lanjut Dewa mempersilahkan untuk mengkonfirmasi ke calo tersebut. “Silahkan Masnya tanyakan saja kepada calonya,” ujarnya.
Sementara itu, Perwira Urusan (Paur) Samsat Surabaya Barat AKP Endriyani saat dikonfirmasi terkait temuan tersebut di lingkungan kantor Samsat Surabaya Barat enggan memberikan tanggapan. Baik dihubungi melalui telepon maupun layanan pesan singkat.

Sekedar diketahui, Inspektur Pengawasan Daerah (Irwasda) Polda Jatim Kombes Pol Wahyudi Hidayat di Evaluasi pelaksanaan Unit Pelaksanaan Pungli (UPP) di Gedung Mahameru, Mapolda Jatim, Surabaya, mengatakan bahwa Tim Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Polda Jatim mendapatkan 64 Operasi tangkap tangan (OTT) dengan barang bukti yang diamankan sekitar Rp 2,6 miliar.Jawa Timur juga menduduki peringkat dua dalam hasil OTT secara nasional setelah Jawa Barat. (sga)