BONDOWOSO – Jiwa nasionalisme anak-anak muda Indonesia dinilai menurun. Ini merupakan akibat dari ketidakseriusan untuk menjaga tradisi dan nasionalisme di lingkungan generasi muda. Padahal, salah satu dasar atau syarat untuk bertahan sebagai sebuah bangsa dan negara, yakni adanya jiwa nasionalisme dan kebanggaan akan bangsa Indonesia.

Hal itu disampaikan oleh Syaiful Bahar, Ketua Dewan Pendidikan Bondowoso, usai membuka Lomba Baca Puisi dan Tari Tradisional Kerjasama Dewan Pendidikan Bondowoso dengan Kodim 0822 Bondowoso, di Pendapa Bupati Sabtu (26/8).

Lebih jauh Ia menyampaikan bahwa lomba puisi dan tari tradisional ini adalah bagian dari ikhtiar untuk kembali mengangkat nasionalisme dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia itu di siswa. Terutama di usia remaja, dengan harapan bisa meraih kembali nasionalisme itu.

 

Baca Juga : Potensi Lokal Perlu Dikembangkan untuk Melepas Status Daerah Tertinggal

 

“Ya memang tidak bisa dikatakan ini satu-satunya jalan, karena masih banyak jalan lain untuk mendapatkan kembali nasionalisme. Sebagaimana tadi seperti disampaikan oleh Pak Bupati menarik, bahwa nasionalisme itu bukan hanya bisa diajarkan tapi juga bisa diekspresikan. Bahwa membaca puisi dan tari ini merupakan bentuk kita mengekspresikan rasa nasionalisme.”

Sementara itu, Bupati Amin Said Husni, mengatakan, lomba baca puisi dan tari tradisional ini bisa menjadi media untuk menanamkan rasa nasionalisme dan cinta tanah air generasi muda. Melalui seni diharapkan bisa lebih efektif penanaman nilai-nilai kebangsaan itu.

“Ke depan ya mudah-mudahan acara semacam ini bisa dilaksanakan secara rutin dan dilaksanakan di berbagai lembaga yang ada di Bondowoso,” tuturnya.

Lomba baca puisi ini diikuti 86 pelajar dari berbagai lembaga pendidikan. Sementara, untuk lomba cipta tari tradisional dengan tema kebangsaan diikuti sedikitnya 12 group, dengan jumlah masing-masing group tujuh orang. (och)