BONDOWOSO – Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Persiapan Bondowoso – Situbondo mengawal para pedagang kaki lima yang hendak mengadukan keluh kesahnya kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Komisi II, Rabu (06/06/2016).

Audiensi yang di kawal oleh aktivis HMI itu dilakukan berkenaan dengan rencana pemerintah untuk merelokasi para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang sebelumnya menempati alun – alun kota ke lokasi di area sekitar jembatan Ki Ronggo Blindungan. Tempat sebelumya akan di alih fungsikan sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH).

Para PKL yang datang ke DPRD menolak adanya relokasi tersebut. Sementara para aktivis HMI menilai perencanaan relokasi yang diinisiasi pemerintah tersebut sama sekali tidak pro rakyat. Karenanya HMI sebagai jembatan antara masyarakat dan pemerintah harus ambil andil dalam memperjuangkan rakyat kecil.

“HMI ini baru cabang persiapan, namun tidak mengecilkan peran kami sebagai jembatan rakyat kecil terhadap pemerintah. Sepertinya pemerintah tidak memikirkan dampak dari relokasi ini di kemudian hari. Ketika relokasi tetap di lakukan pastinya akan berdampak besar, meraka akan merugi,” ungkap Mulyadi, Kabid Partisipasi Pembangunan Daerah (PPD) .

Hal tersebut dibenarkan oleh Ketua paguyuban PKL, Buang. Dia menyebutkan bahwa dirinya dengan PKL lain beroperasi secara legal, karenanya pemerintah tidak bisa semena-mena merelokasi PKL. Kalau pun pemerintah tetap berisikeras untuk memindahkan PKL, mereka mengecam akan berjualan di bahu jalan.

 

Baca Juga : Menolak Direlokasi, Ini Alasan PKL Alun-alun Bondowoso

 

“Di sana kami berjualan secara legal, makanya jangan ujuk-ujuk mau dipindahkan dengan alasan yang tidak jelas. Kalau pun nanti kita dipaksa direlokasi, kami akan berjualan di pinggir jalan”, ujar Buang.

Buang berharap agar pemerintah memikirkan ulang dampak buruk yang akan terjadi. Karena beberapa stan PKL selain di alun – alun kota, sampai saat ini tidak menunjukkan adanya kemajuan secara ekonomi. Seperti stan PKL yang berada di Taman Magenda dan utara jalan SMA 02.

“Coba pemerintah mengkaji PKL yg ditempatkan di SMA 2 dan taman Magenda, tidak menunjukkan perkembangan sampai saat ini,” ungkapnya.

Audiensi tersebut ditemui langsung oleh wakil ketua komisi II DPRD Bondowoso, Tohari dan beberapa anggota dari Satuan Polisi Pamong Praja. (abr/esb)