Share

BONDOWOSO – Tohari, Ketua tim pemenangan pasangan Dhafir-Dayat, mengajak seluruh pendukung dan relawan dalam momentum Ramadan ini untuk menjaga lisan dan tulisan. Utamanya saat menggunakan media sosial.

Ia menuturkan bahwa dalam momentum pilkada ini, untuk meraih simpati pemilih, tidak harus dengan berkata-kata yang tidak  semestinya. Atau bahkan memposting sesuatu hal yang tidak semestinya di media sosial.

“Jangan sampai apa yang kita tuliskan di media sosial, dan apa yang kita bicarakan ini merugikan kita sendiri. Bahkan ini merugikan orang lain,” urainya.

Ia sendiri mengaku sangat menyayangkan beredarnya foto editan cawabup Hidayat dikasih baju tahanan KPK. Hal ini dinilai  sesuatu yang tidak wajar dalam berpolitik dan berdemokrasi. Oleh karena itulah, Ia mengajak seluruh relawan untuk berdemokrasi dan berpolitik yang santun, dalam memenangkan kontestasi Pilkada ini. Tidak perlu  menjelek-jelekkan paslon atau orang lain.

Baca Juga : Bagaimana Menaikkan PAD Bondowoso, Ini Strategi Ahmad Dhafir

“Saya sangat berharap kepada relawan Dhafir-Dayat, difitnah seperti apapun kita tidak perlu membalas. Ayo kita adu program,” terangnya.

Ditanya apakah akan mengambil langkah hukum terkait beredarnya photo Cawabup Hidayat, Tohari, menguraikan bahwa semua akan dikembalikan terlebih dahulu kepada Hidayat. Namun, fitnah-fitnah ini diakuinya memang sangat merugikan Hidayat secara pribadi, maupun kepada paslon nomor dua.

“Harapan saya Pak Hidayat bisa menjelaskan duduk persoalan apa yang selama ini menjadi sebuah isu yang membuat masyarakat berasumsi yang tidak-tidak,” pungkasnya. (och)