BONDOWOSO – Kodim 0822 dan Polisi Resort Bondowoso siap mendukung Gerakan Pendidikan Kesetaraan Berbasis Desa (GETAR DESA) yang digagas oleh Pemerintah Daerah. Bahkan, anggota TNI dan Polri di seluruh Bondowoso siap menjadi tutor pendidikan bagi peserta didik kesetaraan.

Seperti disampaikan oleh Kapolres Bondowoso AKBP Taufik Hendriansyah Zeinardi. Dia mengatakan Getar Desa ini sesuai dengan amanat tujuan negara.

“Disampaikan dalam Pembukaan UUD 1945 di alenia keempat, salah satu tujuan negara yakni mencerdaskan kehidupan bangsa. Bahwa kehidupan berkependidikan adalah hak seluruh bangsa. Dan kita wajib sebagai negara memberikan pendidikan tersebut.

“Mudah-mudahan dalam pelaksanaannya bukan hanya seremonial saja, tapi kita benar-benar rasakan Getar-annya di seluruh Bondowoso.

“Karena itu, bukan hanya Kodim yang siap menjadi tutor, saya pun siap. Semua perangkat dan anggota saya baik di kecamatan maupun desa siap menjadi tutor gerakan ini,” jelasnya.

 

Baca Juga : Getar Desa Bidik 23 Ribu Lebih Warga Belajar

 

Senada, Letkol Inf Tarmuji S.Ag Komandan Kodim 0822 Bondowoso mengatakan bahwa pihaknya siap berkolaborasi dalam kegiatan pendidikan kesetaraan berbasis desa ini.

“Kita tidak hanya siap untuk menggerakkan masyarakat. Tapi saya selaku Dandim dan para Danramil ini siap menjadi tutor-tutor gerakan ini”

Hari ini (17/7), Bupati Amin Said Husni melaunching sekaligus melakukan penandatangan MoU dengan 15 instansi terkait Gerakan Pendidikan Kesetaraan Berbasis Desa (Getar Desa) di Pendapa Kabupaten. Getar Desa ini merupakan gerakan yang diinisiasi oleh Bupati untuk akselerasi dalam menanggalkan predikat daerah tertinggal.

Dalam Getar Desa ini sebanyak 23.714 orang usia produktif, 25 – 45 tahun, akan menjadi calon warga belajar. Dengan rincian, paket A yakni 1.803 atau 102 kelompok, Paket B sebanyak 13.583 atau 499 kelompok, dan Paket C 6.006 orang atau 280 kelompok dengan melibatkan tenaga pengajar atau tutor sebanyak 4.201 orang dari PGRI. (och)