Share

PROBOLINGGO – TNI Polri di wilayah Kota Probolinggo dalam rangka memperingati HUT RI ke-72, menggelar upacara penghormatan bendera merah putih. Menarikanya, bendera yang dikibarkan pada pukul 09.00 kemarin itu berukuran 35 meter kali 15 meter yang dikibarkan di Pelabuhan Tanjung Tembaga Probolinggo.

Menurut Kapolres Probolinggo Kota AKBP Alfian Nurrizal, kalau jumlah peserta upacara dari Kodim 0820, sebanyak 60 personil, sedang dari Polresta 120 Personil.

“Giat ini dimulai sejak pukul 07.00 dengan diawali sebuah arakan bendera raksasa dari ujung pelabuhan. Pasukan TNI Polri yang bertugas mengarak, bendera raksasa sambil menyanyikan lagu kemerdekaan 17 Agustus,” kata AKBP Alfian kepada sejumlah media.

Selanjutnya, dikatakan Kapolresta Alfian bahwa anggota berbaris membentuk angka 72. “Angka itu menandakan HUT RI ke-72,” jelasnya.

Namun pada saat bendara raksasa dikibarkan, kata Kapolresta kondisi cuaca kurang menguntungkan. “Angin saat itu sangat kencang. Sehingga tiang penyanggah kualahan menahannya (goyang),” ungkapnya lagi.

Namun niat untuk mengibarkan bendara, dipaparkan AKBP Alfian ini bahwa menaikan bendera raksasa tak tergoyahkan. Dari pantauan awak media, pada sekitar pukul 09.00 bendera dapat berkibar.

Secara serentak, seluruh pasukan upacara memberikan penghormatan serta menyanyikan lagu kemerdekaan.

 

Baca Juga : Sejumlah Upacara Unik yang Dilakukan Masyarakat Bondowoso

 

“Waktu itu angin mulai mengganas, hingga beberapa bagian dari bendera raksasa sobek dibuatnya,” ujar mantan Wakapolres Gresik ini.

Ditegaskan Alfian bahwa tujuan utama dari kegiatan tersebut yakni untuk mengenang dan mengingat perjuangan para leluhur guna memperingati HUT RI yang ke-72.

“Tujuanya untuk memperingati HUT RI ke-72. Serta mengenang jasa para pahlawan,” terangnya.

Pihaknya mengakui bahwa ada bebebrapa kendala terkait dengan pengibaran bendera raksasa, mengingat kondisi angin sangat kencang. Sehingga perlu perjuangan lebih untuk mengibarkan sang merah putih.

“Jika dibandingkan dengan perjuangan para leluhur, masih tidak ada apa-apanya, Sehingga meski ada bebebrapa kendala, kita tetap berusaha untuk mengibarkan bendeeranya. Masak begini saja sudah menyerah,” tandasnya.

Terakhir, perwira menengah itu berharap, untuk generasi penerus harus lebih baik lagi. Serta siap menjalankan tugas apapun sesuai dengan kewenanganya.

“Dengan mengetahui dan mengingat jasa para leluhur, maka kita harus membalasnya. Salah satu caranya yakni menjadi pemuda yang lebih baik lagi. Siap dalam menjalankan tugas yang diemban sesuai dengan tanggung jawab masing-masing,” pungkasnya. (ufa)