BONDOWOSO – Bupati Amin Said Husni memantau jalannya Getar Desa (Gerakan Kesetaraan Berbasis desa) di Desa Gading Sari, Kecamatan Binakal, Rabu (13/12). Dalam kesempatan tersebut, Bupati dua periode itu memasuki satu per satu kelas yang diikuti oleh puluhan pelajar yang rata-rata sudah tidak muda lagi.

Di setiap kelas, Bupati Amin sempat berbincang dan menanyakan tentang pelajaran-pelajaran yang telah diikuti selama kurang lebih tiga bulan oleh setiap pelajar. Bahkan Bupati Amin juga memberikan beberapa pertanyaan berkaitan dengan pelajaran yang sudah diterima.

Tampak bahagia terpancar jelas di wajah setiap murid itu. Mereka senang karena ini kali pertama mereka bisa melihat secara dekat orang nomer satu di Bondowoso. Bahkan bisa bercanda dan bertegur sapa tanpa ada sekat sedkitpun.

Bupati Amin said Husni dengan didampingi oleh Forkopimda, menyampaikan kepada peserta didik di setiap kelas agar bisa mengikuti kejar paket ini dengan tekun. Sehingga, ke depan bisa bertambah ilmu dan pengalaman.

“Bisa dapat tambahan ilmu, pengalaman, dan keterampilan. Seperti bikin jamu, bikin sinom. Nanti kalau ini bisa dikuasai dengan baik, bisa memproduksi sendiri di rumah. Kalau bisa dikembangkan sendiri di rumah, kalau bisa dikembangkan nanti bisa mengembangkan industri kecil di tingkat rumah tangga,” ujarnya di hadapan puluhan peserta didik Getar Desa.

Ia pun menguraikan bahwa dalam Getar Desa ini peserta didik bisa merasakan manfaatnya, sehingga ini diharapkan bisa memperoleh nilai tambah.

 

Baca Juga : Susun Roadmap Botanik 2019-2023, Begini Strategi Pemkab Bondowoso

 

“Apalagi ada tambahan vokasi atau keterampilan yang ini akan menjadi bekal mereka untuk life skill mereka. Siapa tahu dari sini mereka bisa mengembangkan usaha rumah tangga dalam bentuk apakah bikin jamu, bikin sangkar dan lain-lain,” jelasnya.

Sementara itu, dikonfirmasi tentang 12 Desa yang masih belum mengaplikasikan Getar Desa, Bupati Amin menjelaskan bahwa pihaknya terus melakukan komunikasi dan membangun kesepahaman bersama.

Seperti diketahui, Pemerintah Kabupaten Bondowoso menginisiasi Gerakan Kesetaraan Berbasis Desa atau dikenal dengan Getar Desa sejak Juli 2017. Gerakan ini dibuat untuk meningkatkan angka rata-rata lama sekolah kota tape ini yang masih sangat kecil, yakni 5,6 per tahun. Gerakan ini menargetkan masyarakat Bondowoso yang berusia produktif, antara 25 – 45 tahun, yang tidak tamat Sekolah Dasar (SD), SMP, dan SMA.

Pada Oktober 2017 lalu, dalam Rapat Koordinasi Getar Desa, Kepala Dinas  Pendidikan dan Kebudayaan Endang hardiyanti, memaparkan  berdasarkan data dari TNP2K, di seluruh kabupaten, jumlah warga belajar yang belum tamat sekolah yakni 116.460. Namun setelah dialkukan verifikasi dan validasi oleh tim Getar Desa, jumlahnya berkisar di angka 23.714 orang.

“Dari jumlah ini yang kemudian jadi garapan kejar pkaet A,B,C,” jelasnya.

Ia menjelaskan setelah dilakukan upaya, beberapa warga belajar yang siap untuk mengikuti sampai dengan 23 Oktober 2017, yakni 15.666 orang warga belajar. Ini yang sudah ada di dalam kelompok belajar. Ada pun rinciannya, yakni warga belajar kejar paket A (1.741), paket B (8.988), dan paket C (4.944). (och)