BONDOWOSO – Tim independen pemantau reformasi birokrasi nasional yang dikomandani oleh Kemen PAN-RB meninjau langsung progress reformasi birokrasi yang dilakukan oleh Pemerintah Bondowoso.

Menurut Bupati Amin Said Husni, setelah Bondowoso memperoleh nilai Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) tahun 2017 dengan predikat BB, tim Independen ini ingin memastikan bahwa nilai atau predikat ini bukanlah nilai bodong. Melainkan memang betul di lapangan mencerminkan kinerja sebagaimana yang sudah dilaporkan oleh Pemkab.

Tim ini, kata Bupati Amin, ingin tahu bagaimana Pemkab mengembangkan potensi ekonomi lokal, khususnya kopi, beras organik dan pariwisata.

“Mereka ingin melihat langsung dampak di bawah kepada masyarakatnya seperti apa. Makanya mereka ikut ngopi di sini ikut berbaur dengan masayrakat,” ujar Bupati Amin usai menikmati Kopi bersama Tim Independen di Kampung Kopi.

Baca Juga : Dituding Potong Bantuan Guru Ngaji, Kades di Bondowoso Bakal Laporkan Salwa

Sementara itu, Muhammad Yusuf Ateh, Deputi Bidang Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur, dan Pengawasan, Kemen PAN-RB, mengungkapkan, kehadirannya untuk melihat perkembangan kenyataan Sakip di Bondowoso.

“Dimana mereka mengelola untuk kemakmuran masyarakat, mengelola anggarannya sehingga masyarakat bisa merasakan kemakmuran dan kesejahteraan dari penglolaan anggarannya itu,” jelasnya.

Untuk informasi, Rombongan tim independen yang terdiri dari sekitar 15 orang itu, terjun langsung ke kota Tape ini, pada Senin malam (27/3), setelah bertolak dari kabupaten Situbondo.

Tim rombongan setelah tiba di Pendapa Bupati terlebih dahulu menyimak pemaparan tentang perkembangan kabupaten Bondowoso. Usai itu, mereka bersama seluruh jajaran Forkopimda, dan sejumlah Kepala SKPD menikmati kopi Bondowoso di pusat kota, Kampung Kopi. (och)