BONDOWOSO – Setiap tahunnya sekitar 200-an guru di Bondowoso Pensiun. Kondisi ini membuat sejumlah sekolah kekurangan tenaga pendidik, khususnya guru PNS. Ironisnya, sampai saat ini pemerintah pusat sedang memberlakukan moratorium atau pemberhentian sementara pengangkatan CPNS.

“Ini yang seringkali disampaikan tentang kekurangan guru PNS. Karena terus terang sampai saat ini pemerintah pusat masih memberlakukan moratorium, penghentian sementara pengangkatan CPNS.  Jadi saya tidak boleh ngangkat CPNS. Karena krannya itu masih ditutup di pusat,” ujar Bupati Amin Said Husni saat menyampaikan sambutan di SD Negeri Jetis 1 dalam Safari Pendidikan.

Lebih jauh Ia menguraikan, sebelum dibuka kran tersebut oleh pemerintah pusat, maka Pemkab Bondowoso pun tak bisa mengangkat CPNS. Sekali pun, dalam beberapa kesempatan Safari Pendidikan banyak yang meminta agar segera mengangkat guru Sukwan menjadi CPNS.

 

Baca Juga : Sulit Diangkat jadi ASN, Guru Inpassing Kemenag Bentuk Persatuan

 

“Sekali pun sudah bolak balik para itu minta segera diangkat menjadi CPNS, dan juga formasi itu segera dibuka untuk PNS. Ini terus terang sampai sekarang masih belum bisa dibuka. Karena memang yang punya kewenangan itu di Pusat,” ujarnya di hadapan ratusan guru dari empat kecamatan yakni Binakal, Curahdami, Pakem, dan Wringin.

Menurutnya, Presiden Jokowi pernah bercerita kepada para Bupati di Indonesia bahwa untuk urusan pendidikan dan kesehatan harus segera melakukan rekrutmen. Namun, hingga saat ini masih belum ada tindak lanjut dalam bentuk keputusan  hitam di atas putih untuk itu.

“Baru verbal, nah ini yang terus terang saya mengalami kesulitan. Padahal ini juga menentukan kualitas pendidikan kita,” jelasnya.

Ia pun menguraikan untuk mengisi kekosongan guru yang purna tugas itu, pihaknya memberdayakan para guru tenaga sukwan. (och)