Foto : Tempo.co

SURABAYA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kabupaten Pamekasan, Madura, Rabu (2/8). Sepuluh orang yang diamankan KPK, dibawa ke Polres Pamekasan kemudian dibawa ke Polda Jawa Timur dengan menggunakan bus polisi.

Kesepuluh orang tersebut adalah Bupati Pamekasan, Kepala Kejaksaan Negeri Pamekasan, Kepala Inspektorat Pemerintah Kabupaten Pamekasan, dua staf Inspektorat, Kasi Intel Kejari Pamekasan, Kasi Pidsus Kejari Pamekasan, Kepala Desa Dasok, Kepala Desa Maper dan seorang sopir.

Satu-persatu, orang yang terkena OTT KPK tiba di depan gedung Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Jawa Timur, turun dari bus polisi dengan pengawalan dari anggota Raimas Polda Jawa Timur.

Bupati Pamekasan yang terlihat ikut keluar dan turun dari bus, saat dikonfirmasi tidak begitu banyak berkomentar.

“Alhamdullilah, sehat. Silahkan tanyakan ke petugas,” kata Bupati Pamekasan menjawab pertanyaan wartawan.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Frans Barung Mangera membenarkan ada beberapa orang dari Pemerintahan Kabupaten Pamekasan dan  Kejaksaan Negeri Pamekasan yang diperiksa di Polda Jawa Timur.

 

Baca Juga : Polda Jatim Gandeng BPN Jatim Sikat Mafia Tanah

 

“Benar saat ini masih dalam pemeriksaan Polda Jawa Timur. Untuk detailnya nanti silahkan ditanyakan ke KPK,” katanya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Tim KPK hari ini (2/8) menangkap sepuluh orang yang diduga menggelapkan Alokasi Dana Desa (ADD) Kabupaten Pamekasan tahun anggaran 2015-2016.

Mereka yang terjaring OTT di Pamekasan, empat diantaranya berstatus penyelenggara negara.

Tim KPK juga membawa uang sebesar Rp 250 juta dan menyegel ruang kerja Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) di Kejaksaan Negeri Pamekasan.

Rencananya, KPK akan melakukan pemeriksaan lanjutan di Jakarta terhadap mereka yang tertangkap, sebelum menetapkan status hukumnya. (sga)