Share

BONDOWOSO – Beredar surat Gubernur Jawa Timur yang menerangkan bahwa kegiatan belajar di rumah bagi pelajar diperpanjang hingga 1 Juni 2020.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bondowoso, Harimas, dikonfirmasi media, Jum’at (17/4/2020), mengatakan, bahwa surat edaran tersebut masih berupa konsep, dan masih akan diajukan ke Gubernur.

Surat yang beredar tersebut belum ada tanda tangan dan stempel gubernur. Karena itu pihaknya masih akan menunggu edaran resmi.

Namun, manakala itu telah final tentu ini akan menjadi referensi bagi Kadis kabupaten dan kota, khususnya di jajaran Dikbud.

“Apabila terjadi perkembangan terhadap covid-19 kita akan menyesuaikan sesuai petunjuk surat Gubernur,”ungkapnya.

 

Baca Juga : Ratusan Guru Dilantik Secara Virtual, BKD Kirim SKnya Melalui Ojol

 

Ditanya perihal model penilaian terkait kenaikan kelas, kata Harimas, melalui surat edarannya pihak Dikbud mengingatkan para guru agar hendaknya dalam memberikan tugas tidak harus menilai secara kualitatif dan kuantitatif sesuai kurikulum yang ada.

“Jadi misalnya kurikulum tidak bisa terlampui, ya tidak papa. Karena memang situasi di wilayah kita macam-macam. Mungkin di kawasan kota bisa dilaksanakan, di pedesaan mungkin tidak ada listrik,”urainya.

Ia menerangkan bahwa masalah penilaian untuk kenaikan kelas dan kelulusan dipastikan guru telah paham. Yakni, misalnya SMP berdasarkan nilai-nilai semester digabung, termasuk tugas-tugas tambahan.

“Sudah petunjuknya,”pungkasnya.(och)