Share

PROBOLINGGO – Mulyono (50), Kota Probolinggo, Jawa Timur, ngamuk karena dirinya diusir dari depan tenda Telkomsel, saat memarkir mobilnya, Kamis (12/10) siang.

Menurutnya, dia tidak menyalahi aturan, sebab itu memang tempat parkir mobil.

“Orang Telkomsel mengusir saya pada saat memarkir mobil di depan tenda diatas trotoar jalan,” kesalnya saat dimintai keterangan oleh sejumlah wartawan.

Dijelaskan Mulyono, bahwa trotoar itu adalah jalur pejalan kaki yang umumnya sejajar dengan jalan dan lebih tinggi dari permukaan perkerasan jalan untuk menjamin keamanan pejalan kaki yang bersangkutan.

“Loh ini, trotoar kok malah dibuat berjualan. Ini sudah melanggar peraturan daerah (Perda), dan harus dibongkar biar pejalan kaki leluasa berjalan,” katanya lagi.

Para pejalan kaki tidak akan nyaman jika berada pada posisi bercampur dengan kendaraan, mereka bisa saja memperlambat arus lalu lintas.

“Apalagi pihak Telkomsel ini sudah membayar sejumlah uang kepada pihak Satpol PP terkait dengan perizinan pasang tenda tersebut, ini jelas pungli,” ujarnya dengan lantang.

Dan diutarakan Mulyono, bahwa kalau ini terindikasi pungli maka pihaknya siap melanjutkan masalah ini ke Satgas Pungli agar diproses lebih lanjut.

Menurut Kasi Ops Satpol PP Kota Probolinggo, Hendra Kusuma, bahwa salah satu tujuan utama dari manajemen lalu lintas adalah berusaha untuk memisahkan pejalan kaki dari arus kendaraan bermotor, tanpa menimbulkan gangguan-gangguan yang besar terhadap aksesibilitas dengan pembangunan trotoar.

“Dan dari rekomendasi Satpol PP, kegiatan yang dilakukan Telkomsel adalah didalam halaman kantor Telkom, bukan di trotoar jalan seperti yang lakukan pihak Telkomsel saat ini,” katanya.

Dikarenakan sudah menyalahi aturan, maka kata Hendra, tenda tersebut akan dipindahkan.

“Kami sudah menyampaikan kepada pihak Telkomsel untuk memindahkan tenda tersebut, sesuai dengan surat rekomendasi yang dikeluarkan oleh pihak Satpol PP,” lanjutnya.

Sementara itu, kata Hendri, distributor Telkomsel, mengatakan kalau dirinya tidak mengatahui akad perizinan tersebut.

“Kami hanya pelaksana saja pak, jadi bukan yang melakukan izin kepada Satpol PP, itu bukan wewenang kami, namun akan kami pindah tenda tersebut, karena sesuai dari surat Rekomendasi Satpol PP harus berada dihalaman kantor Telkom,” ujarnya singkat. (afu)