SURABAYA – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya menggelar operasi gabungan bersama TNI-Polri, Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Surabaya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya dan Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijaudi Jalan Ahmad Yani depan Pusvema,Surabaya,kemarin

Kepala Dishub Kota Surabaya, Irvan Wahyu Drajat mengatakan, dalam operasi gabungan itu, para pengendara roda dua, kendaraan pribadi, dan angkutan umum diperiksa kelengkapan surat-surat bermotornya,mulai dari SIM dan STNK-nya. Selanjutnya, mereka akan dites urine oleh BNNK Surabaya dan akan diperiksa kesehatannya oleh Dinas Kesehatan Kota Surabaya.

“Dalam operasi kali ini tidak hanya dilakukan pemeriksaan fisik, tapi juga melakukan pemeriksaan tes urine untuk narkoba kemudian dites alkohol dan tes kesehatan,” katanya.

 

Baca Juga : Sidak Menjelang Musim Haji di Asrama Haji Surabaya

 

Operasi gabungan itu, dijelaskannya diikuti oleh sekitar 140 personil gabungan yang terdiri dari polisi sebanyak 30 personil, TNI 30 personil, Dishub 30 personil, BNN 20 personil, Dinkes 20 orang dan Satnarkoba Polrestabes Surabaya 10 personil.

“Sesuai perintah Bu Wali kota (Risma,red), kita disuruh untuk menyasar angkutan pribadi. Operasi semacam ini akan sering dilakukan, dulu dua kali tiap bulan, dan untuk bulan ini akan dilakukan setiap minggu. Operasinya rata-rata 3-4 jam,” jelasnya.

Menurut Irvan, operasi gabungan itu sangat penting karena berdasarkan data angka kecelakaan lalu lintas di Kota Surabaya, banyak diakibatkan oleh human eror atau manusianya, bukan karena faktor jalan atau pun kendaraannya.Bahkan, akhir-akhir ini tren kecelakaan yang memakan korban jiwa meningkat drastis, sehingga dia memastikan akan lebih sering menggelar operasi gabungan itu.

“Kalau fatalitas selama setahun, berdasarkan data dari Satlantas Polrestabes Surabaya kurang lebih 900 kejadian, 70 persen melibatkan roda dua, 90 persen usia produktif baik pelajar maupun pekerja,” ujarnya.

Yang dikhawatirkan, ditambahkannya, apabila korban kecelakaan itu tulang punggung keluarga, maka akan berdampak pada istri dan anak-anaknya.  Hal itu lah yang membuat Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memerintahkan kepada Dishub dan BNN untuk selalu menggelar operasi kepada para pengemudi.

“Jadi, kami ingin meningkatkan keselamatan lalu lintas, ketika mereka mengendarai kendaraan harus dalam kondisi benar-benar fit dan tidak terpengaruh obat-obatan terlarang,” pungkasnya.(sga)