BONDOWOSO – Komisi Pemilihan umum Bondowoso terus menyosialisasikan Pilkada serentak 27 Juni 2018. Sosialisasi tatap muka hingga di dunia maya pun gencar dilakukan.  Bahkan KPU menyebar 25 relawan demokrasi (Reldem) ke 23 kecamatan, untuk memberikan edukasi sadar pemilu kepada seluruh lapiasan masyarakat, tak terkecuali masyarakat yang berada di daerah marjinal. Seperti yang dilakukan di Kawasan desa Trotosari, Kecamatan Tlogosari, Senin (23/4).

Untuk bisa menuju kawasan desa Trotosari, relawan demokrasi menempuh jalan yang terjal bahkan mayoritas jalan tak beraspal melainkan berbatu sepanjang hampir dua kilometer dari pusat kota.  Reldem yang terjun lagsung sempat hampir terjatuh manakala menempuh lokasi yang sulit dijangkau di desa Trotosari. Mereka tampak memberikan pemahaman tentang arti penting memberikan hak suaranya pada 27 Juni 2018, dengan door to door ke rumah warga.

Selain itu, mereka juga mengikuti sejumlah kegiatan-kegiatan keagamaan, mendatangi kumpulan ibu-ibu rumah tangga, dan tempat-tempat yang menjadi pusat keramaian warga di Kawasan paling timur kecamatan Tlogosari itu.

Baca Juga : Debat Publik, Paslon Dhafir-Dayat Lebih Tegas, Kuasai Materi dan Mendominasi

Linda, salah satu relawan demokrasi mengatakan, sosialisasi Pilkada serentak 2018 perlu menyasar ke semua lapisan masyarakat. Khususnya warga di daerah terpencil yang selama ini minim menerima informasi harus mendapat prioritas sebagai target sasaran sosialisasi.

“Harapan kami, warga di Trotosari ini tidak ketinggalan informasi dibanding warga di daerah perkotaan yang memang sangat mudah mengakses informasi. Kami perlu prioritaskan untuk didatangi secara khusus daerah-daerah terpencil ini,” ungkapnya.

Divisi SDM dan Patisipasi Masyarakat KPU Bondowoso, Lilik Ernawati mengatakan, pada Pilkada kali ini KPU pusat memberikan target partisipasi kehadiran pemilih 77,5 persen. Oleh karena itu, sosialisasi terus gencar dilakukan, bukan hanya di desa Trotosari, tapi sosialisasi juga akan dilakukan di daerah-daerah trpencil lainnya. Tentunya agar partisipasi pemilih hingga di tingkat masyarakat pelosok itu bisa meningkat.

“kalau di Pilkada sebelumnya tingkat partisipasi pemilihnya itu kan 73 persen, sehingga kita masih punya PR 4,5 persen lagi. Tapi kita optimis, karena kita terus sosialisasi di 11 segmen yang telah kami petakan,” pungkasnya. (och)