Share

BONDOWOSO – Ribuan santri dari berbagai pondok pesantren di Bondowoso padati halaman depan Polres . Mereka mengikuti acara peringatan tahun baru islam dengan tema merajut kebersamaan untuk mewujudkan masyarakat madani, Rabu (20/9) malam.

Tampak jamaah yang mayoritas laki-laki kompak mengenakan pakaian serba putih dan menggunakan sarung. Bahkan ada jamaah yang mengibarkan bendera merah putih. Berulangkali bendera tersebut dilambaikan saat shalawat dan tauziah berlangsung.

Wakapolres Bondowoso, Kompol Kurniawan, dalam sambutannya mengatakan momentum 1 Muharrom ini ada baiknya untuk dijadikan motivasi untuk instropeksi dengan cara menengok kembali ke belakang. Utamanya berkaitan dengan keimanan kepada Allah SWT.

Selain itu, Ia mengajak santri dan santriwati untuk tidak berputus asa, rajin bekerja dan beramal, serta mengiringi semuanya dengan tawakal dan do’a dalam menghadapi persaingan kedepan.

 

Baca Juga : Bondowoso Bershalawat Dihadiri Ribuan Warga

 

“Karena tidak ada sesuatu apa pun di dunia yang diperoleh tanpa proses usaha dan kerja. Serta iringilaah dengan bersabar dan tawakal,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu juga, Wakapolres mengharapkan agar masyarakat di Bondowoso terus meningkatkan toleransi antar umat beragama, aliran kepercayaan serta ormas demi terwujudnya kamtibnas yang kondusif, khususnya di kota tape ini.

“Selain itu, jangan muda terprovokasi terhasut, maupun terpengaruh oleh orang-orang tak bertanggung jawab mencederai kamtibnas di bondowoso dengan hal-hal yang merugikan diri sendiri. Tetap menjaga keutuhan NKRI meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan,” tambahnya.

Dalam acara peringatan 1 Muharrom ini sebelum dilaksanakan tauziah, sehari penuh pada Rabu (20/9), digelar darus Qur’an di Mushala Polres, kemudian diikuti pawai ta’aruf yeng melibatkan sekitar 1.500 santri dan santriwati. (och)