Share

SITUBONDO – Kabupaten Situbondo pada tahun 2023 mendapat alokasi pupuk bersubsidi sebanyak 51.515 ton. Jumlah tersebut terdiri dari dua jenis pupuk. Yakni pupuk urea dan phonska.

Bupati Situbondo, Karna Suswandi, mengatakan untuk kuota pupuk urea sebesar 30.626 ton dan pupuk phonska sebanyak 20.889 ton. “Ini kalau dibandingkan dengan tahun yang lalu (2022 -red) yang jumlahnya 43.087 ton, ini sudah meningkat 8.427 ton,” ujarnya, Selasa (24/2/2023).

Namun begitu, pria yang akrab disapa Bung Karna ini menyarankan kepada petani untuk menggunakan pupuk berimbang. Sehingga tidak terjadi kelangkaan pupuk bersubsidi di Situbondo.

Baca Juga : 657 Anggota PPS Dilantik, Bupati Salwa: Laksanakan Tugas dengan Penuh Tanggungjawab, jujur dan Seadil-adilnya

“Dengan jumlah laham pertanian yang akan ditanami sebanyak 65.243 hektare. Menurut saya pupuk bersubsidi ini sudah cukup kalau masyarakat itu benar-benar menggunakan pupuk berimbang,” tegasnya.

Pria asal Desa Curah Tatal, Kecamatan Arjasa ini melanjutkan, bila para petani menggunakan pupuk urea saja, maka bisa dipastikan akan ada kelangkaan pupuk. “Karena bagaimana juga kebutuhan per hektare petani itu jauh di atas 2,5 kuintal sebagaimana yang diajukan oleh pemerintah,” bebernya. (Adv/Ozi)