BONDOWOSO – Lingkaran Survei Indonesia (LSI) menguraikan bahwa prediksi keunggulan pasangan cabup dan cawabup Ahmad Dhafir- Hidayat dalam Pilkada 2018 ini disebabkan oleh beberapa faktor yang ditemukan saat proses survei. Diantaranya yakni tingkat pengenalan, kesukaan, interaksi pasangan terhadap masyarakat, serta pada kepribadian tokoh. Dimana pasangan yang mendapat julukan “Sang Pemimpin” itu memiliki porsentase nilai yang lebih tinggi dari pada pasangan Salwa-Irwan.

“Kenapa pasangan Dhafir-Dayat bisa unggul? kita bisa breakdown pada proses survei yang ada,” demikian disampaikan oleh Imam Fauzi, peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) saat Rilis Hasil Survei Pilkada Bondowoso, Siapakah yang Akan Menjadi Juara ?, di Aula Ijen View, Jum’at (22/6).

Ia menerangkan, pada tingkat pengenalan calon pasangan nomer urut dua ini lebih tinggi. Yakni  hampir 94 persen lebih masyarakat Bondowoso mengenal Ahmad Dhafir. Sementara untuk cawabup Hidayat, jika head to head dengan Irwan Bachtiar,  yakni unggul di angka 76,4 persen.

“Dimana pasangan wakil bupati kandidat yang lain adalah 69,8. Dimana Salwa Arifin  hanya di angka 91 persen,”urainya.

Artinya, paslon nomer dua ini juga unggul dari sisi pengenalan. Karena rumus baku dalam proses Pilkada adalah pengenalan, kesukaan dan elektabilitas.

 

Baca Juga : Hasil Survei LSI : Dhafir-Dayat Unggul dalam Pilkada Kab. Bondowoso 2018

 

Kemudian, untuk tingkat kesukaan pasangan ini yakni 85,4 persen. Sedangkan, untuk pasangan Sabar lebih kecil di angka 80,6 persen.

“Kita bisa sampaikan bahwa alasan kenapa bisa mengungguli karena tingkat pengenalan dan kesukaan itu semua linier. Artinya, jika orang yang kenal dengan Dhafir-Dayat, juga suka dengan Dhafir-Dayat,”tambahnya.

Alasan ketiga, yakni dalam proses interaksi terhadap masyarakat, Ahmad Dhafir dan Hidayat, 26 persen lebih interaktif. Sedangkan pasangan Sabar, hanya di angka 14,5 persen.

Lebih lanjut, Imam Fauzi menerangkan bahwa masyarakat menganggap Ahmad Dhafir dan Hidayat memiliki kepribadian calon bupati yang baik, yakni di angka 37,5 persen. Namun, ini tidak spesifik menuju kepada Ahmad Dhafir maupun Salwa Arifin. Akan tetapi, bisa mengkonfirmasi bahwa ketika angka pemilih Ahmad Dhafir tinggi, dianggap kepribadian Ahmad Dhafir mengungguli atau lebih baik dari pasangan yang lain.

“Pertimbangan dalam memilih Bupati ya, yakni kepribadian, kemampuan calon bupati dalam memecahkan masalah di Bondowoso, program atau visi yang disampaikan oleh calon bupati,”terangnya.

“Kalau kita breakdown lagi dalam ranah lebih spesifik, kepribadian seperti apa? dalam konteks sifat,  mulai pintar, berwibawa, perhatian kepada rakyat, mampu mengambil keputusan dengan tegas, pasangan nomer dua mengungguki semua item tersebut,”jelasnya.

Untuk informasi, pasangan calon Bupati dan calon wakil Bupati Ahmad Dhafir dan Hidayat diprediksi memenangkan Pilkada 2018. Prediksi ini disampaikan oleh Imam Fauzi, peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) saat Rilis Hasil Survei Pilkada Bondowoso, Siapakah yang Akan Menjadi Juara ?, di Aula Ijen View, Jum’at (22/6).

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh LSI tersebut, pasangan Ahmad Dhafir-Hidayat diprediksi unggul 54,3 %, dan pasangan nomer satu yakni 31,6 %. Kemudian yang masih belum memutuskan yakni 12,5 persen, dan masih rahasia 1,6 persen.

Data survei ini dilakukan dengan metode  multistage random sampling yang dilakukan pada 31 Mei – 4 Juni 2018 dengan jumlah Responden 440 orang. Sedangkan, surveinya sendiri dilakukan dengan wawancara tatap muka responden menggunakan kuesioner, dengan margin of error +/- 4,8 %. Adapun tingkat kepercayaan 95 persen.(och)