Share

BONDOWOSO – Debat terakhir antara paslon nomor urut satu dan dua, pada Minggu (3/6) malam berlangsung “sengit”. Kedua paslon saling lempar gagasan dalam membangun Bondowoso lima tahun ke depan. Namun bagaimanakah penilaian masyarakat terhadap peforma dan ide-ide cemerlang para kandidat di debat publik ketiga ini.

Aksara Institute melakukan survei sesaat setelah debat terkait dengan kepuasan responden terhadap performa masing-masing paslon.

Survei ini sendiri dilakukan terhadap 150 sampel responden dengan margin of error 7.98 %  serta tingkat kepercayaan 95 %. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara langsung yang dikombinasikan dengan percakapan via telpon.

Dari release yang diterima Memo Indonesia, menyebutkan bahwa berdasarkan persepsi responden, paslon nomor 2 tetap dianggap mengungguli paslon 1 dalam semua segmen debat terakhir ini. Ada 8 item pertanyaan yang ditanyakan kepada responden survei ini. Pada pertanyaan pertama, responden ditanyakan persepsi mereka tentang paslon yang paling menguasai isu dan permasalahan Bondowoso terkait tema kesejahteraan rakyat.

Hasilnya 69.33 % responden menilai paslon Ahmad Dhafir-Hidayat lebih unggul, berbanding 30.67 % responden lain yang mengunggulkan Salwa Arifin-Irwan Bahtiar.

Demikian juga saat responden ditanyakan paslon yang programnya paling pro pengembangan sosial keagamaan, paslon nomor 2 juga dinilai paling baik oleh 68 % responden. Sementara program paslon 1 di bidang sosial keagamaan dinilai baik oleh 32 % responden.

Baca Juga : Survey Hasil Debat Pilkada Bondowoso, Dhafir – Dayat Unggul Mutlak

Demikian juga di bidang pendidikan dan kesehatan, program yang disampaikan pasangan Ahmad Dhafir-Hidayat juga diapresiasi oleh 68.67 % reponden. Pada segmen ini, paslon nomor 2 tersebut unggul atas program Salwa Arifin-Irwan Bahtiar yang diapresiasi oleh 31.33 % responden.

Penilaian positif responden terhadap paslon nomor 2 berlanjut pada isu berikutnya, yakni isu yang berkaitan dengan Pancasila dan wawasan nusantara. Dalam bahasan ini, gagasan yang ditawarkan Dhafir-Dayat dinilai unggul oleh 71.33 % responden, unggul atas Salwa Arifin-Irwan Bahtiar yang dinilai unggul oleh 28.67 % responden.

Keunggulan pasangan Ahmad Dhafir-Hidayat sepertinya terletak pada kemampuan komunikasi mereka dalam menyampaikan program-programnya di depan publik. Analisis ini didukung oleh fakta bahwa 70.67 % responden menilai paslon nomer 2 ini memiliki kemampuan komunikasi yang lebih baik dibanding paslon 2 yang kemampuan komunikasinya dinilai baik oleh 29.33 % responden.

Di samping itu, cabup dan cawabup Dhafir-Dayat juga dinilai berhasil tampil saling melengkapi, meski Cabup Dhafir tetap memegang kendali. Dari sisi kekompakan dan saling melengkapi ini, pasangan yang diusung oleh banyak partai ini dianggap lebih baik oleh 69.33 % responden.

Sementara kekompakan paslon nomer 1 dinilai lebih baik oleh 30.67 % responden. Hal ini tidak dapat dilepaskan dari posisi Irwan yang memang terlihat lebih dominan dari cabup Kiai Salwa, sebagaimana pada debat-debat sebelumnya. (Och)