Share

KUTAI TIMUR – Beberapa tahun lalu Sungai Sangatta dinyatakan tercemar. Ini hasil penelitian eks Badan Lingkungan Hidup (DLH) Kutim, yang bekerjasama dengan peneliti independen.

Sejak dinyatakan tercemar, tak ada langkah sekalipun untuk mengatasinya. Saat ini semakin parah. Sampah berserakan di mana-mana. Baik sampah plastik, kresek, kayu, kotoran sayur, dan lainnya.

Basar dugaan, ini merupakan salah satu ulah masyarakat yang tak bertanggung jawab. Belum lagi sumbangsih perusahaan.

Paling mencolok ialah yang dilakukan oknum masyarakat. Terutama yang menetap di bibir sungai. Mereka tanpa malu membuang sampah di sungai.

“Ini merupakan perbuatan tak terpuji. Tak layak dikonsumsi contoh sedikitpun. Mereka yang membuang sampah tak memikirkan dampak kedepan,” tegas Intan warga Sangatta Utara.

 

Baca Juga : Tiga Pejabat Dephan Pantau Lokasi Latgab di Kutim, Ini Hasilnya

 

Dirinya mengaku pernah menyaksikan perbuatan buruk tersebut. Padahal, terdapat tong sampah di depan rumah. Perbuatan ini tentunya tak layak ditiru. Malah seharusnya ditindak.

“Seharusnya ada tindakan dari pemerintah. Tindakan cepat. Jangan mengabaikan masalah ini. Karena akan berdampak buruk bagi masyarakat banyak,” katanya.

Dampaknya, jika tak ada tindakan, maka sungai akan tercemar parah. Sungai mengalami kedangkalan. Pastinya, tak dapat lagi dimanfaatkan oleh masyarakat. Begitupun hewan di sungai akan mati.

“Jadi harus benar-benar diperhatikan. Ada tindakan nyata. DLH jangan diam saja. Karena buang sampah di sungai sudah merupakan kebudayaan masyarakat,” sambung Harun. (di)