Share

BONDOWOSO – Ketua DPRD Bondowoso, Ahmad Dhafir, memperoleh piagam penghargaan dari panitia Napak Tilas Pahlawan Nasional, KH. As’ad Samsul Arifin di Wisma DPRD Bondowoso, Minggu (17/9/2017).

Penyerahan penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh panitia penyelenggara napak tilas atas perintah pengasuh Pondok Pesantren Salafiah Sya’fiah Sukerojo, Situbondo, KH Azaim Ibrahimy. Pengghargaan itu diberikan kepada Ahmad Dhafir sebagai bentuk terimakasih atas perannya dalam menghidupkan jasa ulama.

Salah satu perannya adalah ikut serta dalam menyukseskan napak tilas nasional, mengikuti jejak rekam perjalanan Kiai As’ad Samsul Arifin yang sejak tahun 2016 ditetapkan oleh Pemerintah RI sebagai pahlawan Nasional.

“Penghargaan ini kami berikan atas partisipasi beliau karena telah menjadi bagian penting dalam penyukseskan napak tilas. Secara khusus juga sebagai tanda terima kasih kami selaku sama-sama santri untuk bersama menghormati dan selalu mengenang jasa Kiai As’ad Samsul Arifin,” ungkap penggagas napak tilas, Zaini Ridwan kepada Memo Indonesia.

 

Baca Juga : 90 Persen Desa di Bondowoso Laksanakan Shalawatan Rutin

 

Atas diperolehnya penghargaan itu, membuat sang pencetus Jas Hijau (Jangan Sekali-kali Hilangkan Jasa Ulama), Ahmad Dhafir tetap rendah hati. Ia mengungkapkan bahwa, apa yang telah ditorehkan olehnya selama ini terhadap bangsa tak sebesar jasa Kiai As’ad dalam memperjuang kan kemerdekaan.

“Saya tidak lelah dalam mengingatkan besarnya jasa ulama kepada masyarakat. Penghargaan ini tidak seberapa berharga apabila dibanding kan dengan bentuk perlawanan Kiai As’ad dalam memerangi para koloni penjajah,” ungkap Ahmad Dhafir.

Atas jasa kepahlawanan yang melekat Kiai As’ad sekali lagi membuktikan ucapan Ahmad Dhafir bahwa, peran ulama tidak hanya menyoal urusan agama melainkan juga berperan besar terhadap berdiri tegaknya bangsa.

“Saya mengajak kepada seluruh masyarakat Bondowoso agar selalu ingat pesan dan jasa ulama. Karana jasanya tidak hanya urusan rohani melainkan juga berjuang menyiapkan rumah bagi kita, yaitu NKRI,” pungkasnya. (abr)