Share

BONDOWOSO – Sebanyak 93 Organisasi masyarakat (Ormas)  dan 112  Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Bondowoso terlah terdaftar di Kemenkumham dan Bakesbangpol Kabupaten. 80 persen di antaranya bergerak di bidang Pendidikan, keagamaan, dan sosial, satu persen di bidang ekonomi dan sisanya bergerak di bidang lainya.

Kepala Dinas Bakesbangpol Bondowoso, Prajitno, mengatakan walaupun tidak ada sangsi hukum, suatu Ormas dan LSM yang tidak terdaftar bisa terkena sanksi moral. Selain itu pentingnya ormas dan LSM untuk terdaftar di Bakesbangpol karena untuk mengawasi segala sesuatu aktivitas mereka sehinga bisa mencegah hal negatif terkait pembangunan dan keamanan Kabupaten Bondowoso. Namun demikian, kata Prajitno, masih ada sekitar empat ormas di Bondowoso yang belum terdaftar.  “Yang tidak terdaftar ini karena mereka biasanya terjadi sengketa. Sehingga yang satu terdaftar yang satu tidak,” katanya saat ditemui Memo Indonesia.

Lebih jauh, Prajitno menjelaskan bahwa keberadaan Ormas dan LSM di Bondowoso menjadi sangat penting. Melihat dari fungsinya sebagai penyeimbang dalam rangka mewujudkan negara Indonesia yang berdaulat, berdemokrasi. Sehingga Indonesia mampu menjalakan konstitusional. “Peran dari ormas itu sebagai penyeimbang baik vertikal maupun horisontal,” katanya . Selain itu, ormas dan LSM ini memiliki fungsi sebagai kontrol terhadap pelaksanaan demokrasi maupun kinerja dari sebuah Pemerintah dan swasta.

Untuk itu, dalam membangun Bondowoso yang lebih berdemokrasi, ke depan sharing dua arah dengan Ormas dan LSM ini menjadi sering dilakukan oleh Bakesbangpol. Dengan harapan bisa menyaring berbagai masukan dan kritik membangun. (och/esb)