Share

BONDOWOSO – Kemenag Bondowoso mencairkan dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) untuk sekitar 23ribu pelajar di 294 lembaga pendidikan.

Rinciannya Madrasah Ibtidaiyah (MI) ada 110 lembaga dengan total pelajar 9.048 siswa, untuk Madrasah Tsanawiyah (MTs) ada 129 lembaga dengan jumlah siswa 10.818, dan MA sebanyak 55 lembaga dengan jumlah siswa 3.847 anak.

Mudassir, Kasi Pendidikan Madrasah, Kemenag Bondowoso menjelaskan, BOS tahap kedua ini sudah cair pada minggu keempat bulan Agustus. Sedangkan tahap pertama sudah cari Maret 2017 lalu.

“Kalau hari ini merupakan sosialisasi agar lembaga pendidikan ini dalam menggunakan anggarannya tidak melenceng dari juknis yang ada,” ujarnya.

Ia mengatakan bahwa lembaga pendidikan yang mendapatkan dana BOS ini merupakan lembaga swasta yang sudah memiliki ijin operasional yang dikeluarkan oleh Kemenag Jatim. Selain itu, dipastikan kegiatan belajar mengajar di lembaga tersebut memang ada.

 

Baca Juga : Festival Muharam 2017 Angkat Lima Unsur Tematik

 

Ia mengatakan 40 persen dari total dana BOS ini diwajibkan untuk honor para Guru yang berstatus non-PNS. Sementara sisanya, harus digunakan untuk pengembangan perpustakaan, kegiatan PPDB, kegiatan pembelajaran ekstrakurikuler, kegiatan ujian.

“Bisa juga untuk bayar langganan jasa dan daya, termasuk kalu cukup juga bisa untuk rehab,” jelas Mudasir

Ia memastikan bahwa dana BOS ini langsung dikirim ke rekening lembaga masing-masing dari KPPN.

“Jadi ndak mungkin ada pemotongan-pemotongan karena kan langsung dari KPPN ke lembaga. Bukan ke rekening Kepsek, bukan ke rekening bendahara,” tambahnya.

Adapun nominal yang diperoleh untuk siswa, kata Mudassir, yakni untuk MI Rp 800 ribu per tahun, MTs Rp 1 juta per tahun, dan MA Rp 1,4 juta per tahun. Sedangkan nilai yang diperoleh setiap madrasah itu disesuaikan dengan jumlah siswa masing-masing. (och)