BONDOWOSO – Suasana haru menyelimuti pemakaman Arik Multazam (18) pelajar yang meninggal dunia saat mendaki punggung naga Bukit Piramid, Kecamatan Curahdami.

Arik Multazam dimakamkan di TPU Bindung Kampung Tarbiah RT 26 RW 06, Kelurahan Dabasah, Kecamatan Bondowoso, Senin (10/8/2020).

Proses pemakaman yang berlangung sekitar pukul 09.00 itu dihadiri oleh kerabat, dan para sahabat.

Tampak, sejumlah kerabat dan sahabat tak bisa menyembunyikan kesedihan mereka. Bahkan, sejumlah pelayat yang hadir pun harus dilarikan ke rumah warga terdekat lantaran tak sadarkan diri.

Jenia Meliana, salah satu Kakak kelasnya mengenang yang korban sebagai anak yang pintar dan pendiam.

“Dia pinter, pendiam juga, anaknya memang rajin sholat juga. Dia kalau udah waktunya sholat pasti ngajak temen-temen untuk sholat,”ujarnya.

 

Baca Juga : Sebelum Mengetahui, Kakak Sepupu Arik yang Menyiapkan Alat Evakuasi

 

Ia pun menceritakan bahwa anak kelahiran 20 November 2002 itu merupakan anak yang aktif di berbagai kegiatan. Bahkan, merupakan Ketua Umum Durmband Angkasa Bahana Citra di SMA Negeri 1 Tenggarang.

“Kemarin ketemu itu pas serah terima dia sebagai Ketua Umum drumband,”katanya.

Sementara itu, Untung Khuzairi, Paman Arik, mengatakan, bahwa anak pertama dari pasangan Hafiz Samroni dan Aan ini merupakan anak aktif dan baik.

“Anak yang baik, aktif juga,”ujarnya.

Arik Multazam (18) merupakan pelajar yang jatuh saat mendaki punggung naga di Bukit Piramid, Minggu (9/8/2020).

Jasad Arik,warga Kelurahan Dabasah, Kecamatan Bondowoso itu berhasil dievakuasi setelah sekitar 8 jam.(och)