SURABAYA – Penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang olahraga atau sport science sangat penting dalam meningkatkan prestasi atlet. Di beberapa negara maju, sport science sudah dikembangkan sejak lama.Dan sport science harus terus dikembangkan di Indonesia. Demikian disampaikan Gubernur Jatim, Dr. H. Soekarwo saat menjadi inspektur upacara Peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke 34 Tahun 2017 di Gelora Olahraga (GOR) Futsal Universitas Negeri Surabaya (UNESA), tadi siang.

Pakde Karwo sapaan akrab Gubernur Jatim mengatakan Saat ini hampir semua bidang memanfaatkan sport science, seperti ekonomi, seni dan budaya. Di bidang olahraga, penerapan sport science bisa dilakukan sejak seseorang mulai lahir hingga berusia 8 tahun.

“Masa ini paling bagus dalam pembentukan kualitas otak, jadi gizinya harus baik, baru setelah itu dilakukan pembinaan,” katanya.

Dijelaskannya, konsep sport scince ini tak hanya mempelajari fisik semata, tapi juga anatomi, fisiologi, biomekanika, statistik, nutrisi, psikologi, tes pengukuran, dan sejarah. Termasuk mengecek kualitas organ tubuh seorang atlet mulai jantung, paru-paru dan otot. Pemprov Jatim sendiri terus melakukan kerjasama termasuk dengan Australia Barat terkait hal tersebut.

“Siang ini kami akan MoU dengan Australia Barat di Grahadi,” jelasnya.

Menurutnya, beberapa negara besar yang sering menjuarai ajang internasional seperti Olimpiade memiliki sumber daya manusia (SDM) yang baik. Hal ini karena mereka memperhatikan dua hal yang saling terkait yakni kesehatan dan pendidikan. Selain fisik yang bagus, seorang atlet juga harus memiliki kecerdasan.

Diungkapkannya, prestasi yang diraih para atlet di ajang internasional sangat berkaitan dengan nasionalisme dan cinta tanah air. Dimana bendera merah putih berkibar di luar negeri hanya dua kali, saat kunjungan Presiden dan saat seorang atlet berprestasi di ajang internasional.

“Ini merupakan bentuk nasionalisme yang konkret, menaikkan harkat dan martabat bangsa Indonesia melalui naiknya bendera merah putih di luar negeri,” ungkapnya.

Pakde Karwo berharap melalui ajang ini dapat tumbuh semangat sportivitas dan jiwa ksatria sebagai bagian mempererat persatuan dan kesatuan. “Untuk para atlet Indonesia khususnya Jatim mampu berprestasi dan membanggakan di ajang PON Papua dan Asian Games mendatang,” ujarnya.

Pakde Karwo meminta para penanggungjawab dalam bidang olahraga untuk terus berinterospeksi. Kontribusi apa saja yang telah diberikan kepada bangsa dan negara dalam ajang internasional. Ia juga meminta Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jatim untuk mencari bibit sejak awal, setelah itu diserahkan kepada KONI untuk dilakukan pembinaan.

“Prestasi ini membuat produktivitas naik karena bangga,” pungkasnya.

Sekedar diketahui, usai upacara, dilakukan penandatanganan MoU tentang pelaksanaan standarisasi, akreditasi dan sertifikasi Tenaga Keolahragaan antara Dispora Prov Jatim dan KONI Jatim serta MoU tentang kerjasama pendidikan, penanganan anak bermasalah dan berkebutuhan khusus, penyandang masalah kesejahteraan sosial, seni budaya dan olahraga di Jatim antara Gubernur Jatim dan Rektor Unesa. Pakde Karwo juga memberikan tanda penghargaan kepada atlet, pelatih dan instansi peduli olahraga di Jatim seperti Bank Jatim. (sga)