Share

BONDOWOSO – Polemik protes karyawan klinik utama penyakit dalam Kusuma Bhakti mendapat tanggapan dari Ketua Yayasan, Dokter Yahya Amar.

Ditemui di ruang praktiknya, Ia menjelaskan bahwa sebenarnya perihal gaji yang dipertanyakan oleh karyawannya itu telah dibicarakan sekitar dua bulan lalu. Bahkan Ia secara terang-terangan mengatakan bahwa klinik yang telah berdiri sejak 1987 itu akan ditutup, dan pihaknya siap memberikan pesangon. Namun, pesangon itu baru akan diberikan setelah klinik tersebut laku terjual. Ia mengklaim hal ini telah disetujui oleh pihak karyawan, bahkan telah ada pernyataan hitam di atas putih.

“Itu ada notulennya,” jelasnya pada Memo Indonesia.

Ia mengakui memang klinik tersebut telah dibuka kembali atas permintaan sejumlah dokter. Namun sebelum dibuka kembali, pihak yayasan dan pengelola telah berpesan kepada seluruh karyawan bahwa jika hendak bertahan karyawan diperbolehkan untuk masuk, begitu pula sebaliknya.

 

Baca Juga : Sebulan Digaji Rp 75 Ribu, Karyawan Klinik di Bondowoso Demo

 

“Tapi begitu, gaji yang diberikan itu dari pasien yang masuk,” jelasnya.

Mengingat protes karyawan mulai bergejolak, kata Yahya, maka pihaknya minggu ini rencananya akan menggelar rapat bersama pengelola serta perwakilan karyawan untuk membicarakan hal ini.

Untuk informasi, Puluhan karyawan klinik utama penyakit dalam Kusuma Bhakti menggelar aksi protes di halaman depan kantornya, Selasa (24/10). Aksi ini dilakukan sebagai bentuk penyampaian aspirasi atas tunjangan gaji yang diberikan, namun jauh dari UMK (Upah Minimum Kabupaten).

Hastono, Koordinator Aksi Protes, menjelaskan, selama 30 tahun berdirinya klinik tersebut, gaji karyawannya tidak pernah sesuai UMK. Bahkan sempat beberapa kali gaji tidak diberikan. Terbaru, gaji dari karyawan yang berjumlah sekitar 30 orang itu, berkisar Rp 75 ribu hingga Rp 250 ribu per bulan. (och)