Share

 

BONDOWOSO – Sektor pariwisata dinilai mampu memberikan multiplier effect terhadap perekonomian masyarakat. Selain itu, pendapatan asli daerah pun juga bisa meningkat melalui sektor pariwisata, dan dengan kondisi ini diharapkan bisa menanggalkan status Kabupaten tertinggal.

“Bondowoso masuk sebagai kabupaten tertinggal. Dari enam item, yang belum clear itu tinggal dua indikator. Yang pertama tentang fiskal daerah, dan kedua adalah IPM (indeks pembangunan manusia). Ini kan bagian kalau dikelola dengan baik setidak-tidaknya PAD bisa naik. Maka harapan kita PAD itu bisa 10 persen. Di saat PAD sudah 10 persen maka Bondowoso satu indikator sudah keluar,” demikian disampaikan oleh Ketua DPRD Ahmad Dhafir, saat melakukan kunjungan ke objek wisata Kawah Ijen bersamaa sejumlah jurnalis dan lembaga swadaya masyarakat, Minggu (20/8).

Berkaitan dengan ini, Ahmad Dhafir berharap agar pariwisata di Bondowoso bisa dikelola dengan baik dan serius. Apalagi, di Bondowoso, utamanya di Kecamatan Ijen, terdapat objek wisata yang selain banyak, juga tidak ditemukan di negara lain.

 

Baca Juga : Tantang Investor Kelola Pariwisata, Bupati Amin Janjikan Kemudahan

 

“Di Bondowoso ini bukan hanya 2 atau 3 tempat objek wisata. Kawah Ijen ini hanya ada dua di dunia. Kemudian juga ada air terjun yang langsung ditelan bumi, tidak ada aliran sungai setelah air terjun. Ini menarik untuk dikelola oleh pemerintah daerah,” ungkapnya.

Untuk itu, Ketua DPRD tiga periode ini berharap agar Disparpora Bondowoso segera melaporkan potensi ini kepada inspektorat, bahkan jika perlu melakukan audit independen yang kemudian bisa mengkaji berapa pendapatan yang dihasilkan dalam satu objek wisata.

“Tetapi tetap melaksanakan kewajibannya kepada PTP, karena bagaimana pun tidak full untuk APBD,” tambahnya.

Untuk informasi, Ketua DPRD Ahmad Dhafir minggu (20/8) melakukan kunjungan ke Kecamatan Ijen. Selain datang memantau langsung objek wisata di Kecamatan yang dulu bernama kecamatan Sempol, Dhafir juga datang ke sejumlah kantor kepala desa dan kantor camat, untuk berdialog langsung terkait kondisi pariwisata di kawasan Ijen tersebut. (och)