Share

BONDOWOSO – SMAN 2 Bondowoso punya cara tersendiri dalam menyambut Bulan Muharram. Di saat banyak orang merayakan peringatan 10 Muharram dengan acara seremonial, keluarga besar SMAN 2 Bondowoso justru keliling ke sekolah-sekolah dasar mencari anak yatim untuk kemudian diberi santunan.

Dengan didampingi beberapa guru, pengurus OSIS SMAN yang lebih akrab disebut SMADA itu mengunjungi kurang lebih 12 SD untuk menyalurkan santunan uang tunai kepada anak yatim, Kamis (11/8).

Kepala SMAN 2 Bondowoso Drs. Jarimin, M.Pd melalui Waka Humas Vivi Suhardiansyah, S.Pd mengatakan, disamping menjalankan perintah Agama untuk gemar menyantuni anak yatim, bakti sosial itu juga dilakukan dalam rangka mengasah kepekaan sosial para peserta didik. Dengan kegiatan tersebut, siswa-siswi diharapkan menjadi pribadi yang peduli serta murah tangan kepada saudaranya yang sedang membutuhkan uluran tangan.

“Selain peringatan tahun baru Hijriyah pada tanggal 1 Muharram, umat muslim juga menganggap tanggal 10 Muharram merupakan hari raya atau lebaran bagi anak yatim. Dalam nuansa bulan ini maka kita gelar santunan anak yatim sekaligus untuk mengasah kepekaan sosial siswa-siswi kami,” ujarnya usai mendampingi murid-muridnya.

VIvi mengungkapkan, terkumpul Rp. 10 juta lebih infak dari seluruh warga sekolah SMADA Bondowoso. Donasi mulai dikumpulkan pada tanggal 10 Muharram 1444 H (10/8) kemarin. Selanjutnya, pengurus OSIS dengan dibantu dewan guru berkoordinasi dengan guru-guru SD terdekat untuk mendata siswa dengan kondisi yatim piatu. “Untuk nominalnya seikhlasnya. Jadi digalang secara sukarela,” jelasnya.

Baca Juga : 25 Petani Tembakau di Situbondo Antusias Ikuti Pelatihan Kain Perca

Sementara anak yatim penerima donasi berjumlah 55 anak. Penyaluran donasi akan dilakukan semala dua hari. Di hari pertama santunan difokuskan ke 12 SD dengan jumlah 33 Anak Yatim. 9 anak di SDN Kademangan 2, 2 anak di SDI Hidayatul Hasan, 2 anak di SDN Muhammadiyah, 1 anak di SDN Sukowiryo 1, 2 anak di SDN Kota Kulon 2, 2 anak di SDN Blindungan 1, 1 di SDN 2 Koncer, 4 anak di SDN Nangkaan, 1 anak di SDN Dabasah 2, 2 anak di SDN Badesan 2, 3 anak di SDN Pancuran 3, kemudian 4 anak di SDN Kembang 1.

Keluarga Smada Bondowoso memang memilih mendatangi anak yatim secara langsung ketimbang mengundang mereka ke sekolah. Mendatangi ke sekolah masing-masing disebut sebagai cara yang paling tepat untuk menghormati anak yatim.

“Karena sejatinya bukan anak yatim yang membutuhkan kita. Tapi kita yang membutuhkan mereka. Kalau mereka diundang ke sekolah dengan mengadakan acara seremonial, kasian. Disamping perlu biaya ke sini, dengan cara mendatangi ini lebih menghormati mereka,” tambahnya.

Kepada anak-anak penerima donasi, pihak keluarga besar Smada Bondowoso berharap donasi tersebut dapat membantu kebutuhan sehari-hari termasuk biaya membeli kebutuhan pendidikan.

“Semoga di tahun berikutnya kita dapat berbagi lagi, dicatat sebagai amal dan siswa-siswi kami terus gemar bersedekah,” pungkasnya. (abr)