BONDOWOSO – Komisi III DPRD Bondowoso melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Jembatan Ki Ronggo, Selasa (23/1). Sidak dilakukan setelah beredarnya beberapa gambar yang menunjukkan ada titik bangunan yang retak dan ambles.

Ketua Komisi 3 DPRD Bondowoso, Samsul Hadi, menguraikan bahwa setelah dirinya bersama tim komisi III melihat secara langsung ternyata tampak normal-normal saja, dan masih bisa ditoleransi.

“Kalau serta merta ini hancur, ini ambruk, ini pecah setelah dilihat kan biasa norma-normal saja. Kalau pun itu terjadi itu masih bisa ditolerir,” tegasnya pada awak media.

Ia pun mengatakan bahwa Jembatan Ki Ronggo ini layak untuk dijadikan sebagai destinasi wisata kuliner.

“Layak ini, wisata kuliner bagus ini. Ini kalau diisi kuliner bagus ini,” ujarnya.

 

Baca Juga : Inspektorat Optimistis Desa Serahkan SPJ Tepat Waktu

 

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Karna Suswandi, mengatakan terjadinya ambles ataupun keretakan di beberapa bangunan penyebabnya yakni terjadinya penurunan pada tangga. Karena tangga tersebut sebelumnya merupakan timbunan atau urukan, sementara kontruksi tangga tersebut beton.

“Nah ketika terjadi penurunan maka beton ini menarik ke bawah sehingga terjadilah retakan. Dan itu secara  teknis sudah bisa kita atasi dengan baik, dan bahkan ini sudah diganti dengan beton bertulang,” jelasnya.

Sementara terkait bangunan yang ambles, Karna menjelaskan, bahwa pada saat pembangunan itu pihaknya tidak bisa memadatkan urukan 100 persen. Sehingga, pihaknya menggunakan state memper.

“Karena kondisi betonnya masih basah. Di sisi lain, kan terjadi pelapukan terhadap kayu-kayu di situ di penyangga beton itu, nah begitu terjadi pelapukan tentu akan terjadi penurunan. Dan penurunan ini merupakan pemadatan alami yang bagus, oleh karena itu, kemarin kita pemadatan menggunakan mesin gilas, ini sudah kering jadi bisa dipadatkan dengan kondisi empat ton. Sudah diatasi semuanya,” pungkasnya.(och)