BONDOWOSO – Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid mengatakan bahwa saat ini sering ditemukan tersebarnya berita-berita palsu atau hoaks. Ini seringkali meruntuhkan dan melonggarkan tali persaudaraan. Bahkan benang-benangnya sudah tercerai berai dari sambungannya. Ini semuanya mengancam keutuhan  bangsa dan negara yang dulu telah dibangun oleh para leluhur, termasuk salah satunya yakni oleh Gus Dur.

“Sekarang banyak sekali fitnah dimana-mana, dilontarkan kepada siapa saja. Berita di sebar kemana-mana, melalui media sosial, namanya apa?  Hoaks,” urainya saat Bukber 500 anak Yatim di Pendopo Bupati, Senin (4/6).

Kondisi ini pun diperparah dengan rakyat Indonesia yang sudah kehilangan hati nurani dan nilai-nilai kemanusian yang dicabi-cabik oleh keserakahan.
Padahal, negara dan Agama selalu menganjurkan untuk bersatu, bersaudara, saling menghormati, menghargai dan saling tolong menolong. Bahkan, warga Indonesia diikat oleh Pancasila.

Baca Juga : Sinta Nuriyah Bukber 500 Anak Yatim di Bondowoso

“Agama dan negara mengajarkan untuk saling menghargai, menghormati, memperkuat tali persaudaraan juga,” urainya.

Oleh karena itulah, Ia pun mengajak seluruh warga negara Indonesia, Bondowoso khususnya, untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan. Termasuk, kesadaran untuk berperilaku jujur. Sehingga bisa menangkal hoaks.

Untuk informasi, Istri mantan Presiden Abdurahman Wahid, yakni Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid berbuka puasa bersama 500 anak yatim di Pendopo Bupati, Senin (4/6). Dalam kesempatan tersebut juga, ia memberikan santunan kepada ratusan keluarga kurang mampu yang hadir dan anak yatim dengan ditemani oleh Bupati Amin Said Husni dan Forpimda. (och)