Share

BONDOWOSO – Berbagai tradisi unik saat Bulan Ramadan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri bisa ditemukan di Kabupaten Bondowoso. Salah satunya tradisi berburu nasi bungkus yang disebut nasi ‘biebih’ oleh Warga Desa Kasemek, Tenggarang.

Tidak semua desa atau daerah di Kabupaten Bondowoso melaksanakan kebiasaan ini. Namun sebagian besar masih mempertahankan tradisi ‘Bibien’ warga Desa Kasemek dan sekitarnya.

Dalam tradisi ini, sejumlah warga menyediakan nasi bungkus di depan rumahnya. Kemudian siapa pun boleh mengambilnya. Tak memandang status sosial.

Biasanya pemburu nasi bungkus ini mayoritas anak kecil. Mereka datang dari rumah ke rumah, untuk mencari nasi bungkus yang tersedia di teras rumah tetangga.

Namun demikian, ada juga nasi bungkus yang langsung dihantarkan langsung ke rumah-rumah warga. Tetapi kebanyakan disediakan di depan rumahnya.

Salah seorang warga Dusun/Desa Kasemek, A Rosi mengatakan, rata-rata penyedia nasi bungkus dalam ‘Bibien’ adalah warga dengan ekonomi menegah ke atas. “Tetapi ada juga yang ekonominya kategori menegah ke bawah, juga menyediakan nasi bungkus,” katanya.

Baca Juga : Warga Situbondo Bermain Perang-Perangan Pakai Mercon, Akibatkan Sejumlah Rumah Warga Rusak

Menurutnya, tak ada batasan minimal dan maksimal nasi bungkus yang disediakan. Tergantung kemampuan keuangan warga.

“Bermacam-macam mas. Ada yang menyediakan 3 bungkus, 7 bungkus dan 15 bungkus. Kalau yang ekonominya mampu sampai menyediakan 30 bungkus,” jelas bapak satu anak ini.

Warga mulai menyediakan bungkusan nasi setelah Salat Ashar, tepatnya sekitar Pukul 15.00 WIB hingga menjelang buka puasa tiba. Di waktu itu pula, anak-anak berkeliling ke rumah-rumah mencari nasi bungkus. Mereka bahkan hingga membawa wadah, seperti tas dan plastik keresek.

“Biasanya setiap tanggal 26 sampai 27 Ramadan. Kalau orang dewasa hanya mengambil nasi di dekat rumahnya saja, tidak sampai berkeliling,” paparnya.

Rosi menjelaskan, tradisi ini sebenarnya sebagai wujud kebahagiaan warga karena telah melalui ibadah Bulan Ramadan dengan lancar. “Ini juga bentuk rasa syukur warga, khususnya bagi yang mampu. Serta wujud kebahagiaan menyambut Hari Raya Idul Fitri,” paparnya.

Menurutnya, masyarakat meyakini bahwa nasi bungkus dalam tradisi ‘Bibien’ ini mengandung keberkahan. “Makanya tak hanya anak-anak, tetapi orang dewasa juga memburu,” imbuhnya.

Tradisi ini kata dia, sudah berlangsung sejak lama dan turun temurun. “Sejak saya kecil sudah ada tradisi ini,” imbuhnya, Senin (10/5/2021).

Selain di Desa Kasemek. Tradisi berburu nasi bungkus di akhir Bulan Ramadan ini, juga dilaksanakan desa lain seperti Desa Grujugan Kidul Kecamatan Grujugan, Desa Kalianyar Kecamatan Tamanan dan sejumlah desa di Kabupaten Bondowoso. (abr)