BONDOWOSO – Ledakan Pengeboran Panas Bumi oleh PT. Medco Cahaya Geothermal menyisakan trauma bagi warga Desa Kalianyar, Ijen. Sebab, mereka khawatir dentuman keras disertai asap kembali terjadi tanpa disangka-sangka.

Kepala Desa Kalianyar, M. Faosi mengatakan telah meminta kepada pihak PT. MEDCO untuk memperhatikan dampak trauma warga akibat ledakan yang sering terjadi.

“Saya tadi menyampaikan. Dampak trauma secara mental yang harus lebih diperhatikan,” terang Faozi saat dikonfirmasi, Minggu (26/4/2020) malam.

Berdasarkan keterangan Faosi, ke depan, pihak PT lebih dulu akan memberikan informasi apabila ada kegiatan yang sekiranya mengganggu aktivitas warga.

“Bahwasanya ke depan akan ada pemberitahuan terlebih dahulu, ketika ada kegiatan yang sekiranya menghadirkan kecemasan di masyarakat,” paparnya.

 

Baca Juga : Polres Bondowoso Bubarkan Aksi Balap Liar, Puluhan Remaja Diamankan

 

Selain itu, kata Faosi, warga juga khawatir efek dari hawa panas yang ditimbulkan akan berpengaruh terhadap pertanian.

“Dampak pertanian belum ada bukti akurat. Dikhawatirkan ada kerusakan tanaman efek dari cuaca panas,” jelasnya.

Di pengerjaan tahap pertama, lanjut dia, sosialisasi rutin dilakukan dengan pimpianan dan kontraktor yang berbeda. “Namun di tahap dua belum ada kegiatan simulasi,” pungkasnya.

Berdasarkan keterangan pihak PT Medco yang disampaikan melalui Sekretaris Camat Ijen, Saudia Yourdan Islami Taufik, dentuman tersebut tidak berbahaya dan asap yang dikeluarkan tidak mengandung racun (zero H2S).

Sementara Kepala Teknik Panas Bumi PT. MEDCO Cahaya Geothermal, Arief, saat dikonfirmasi terkait tidak adanya sosialisasi kemungkinan adanya ledakan, Arief tidak memberikan jawaban. (abr)