BONDOWOSO – Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Ketenagakerjaan Bondowoso mencatat ada sekitar 100an perusahaan di wilayahnya yang selama masa pandemi covid-19 menghentikan sementara produksi
atau usahanya.

Selain karena pandemi, faktor lain seperti ketersediaan bahan baku menjadi alasannya. Kondisi ini membuat sekitar 1.000an pekerja terpaksa dirumahkan.

Perusahaan dimaksud merupakan perusahaan yang sesuai dengan Undang-undang nomer 13 tahun 2003. Yakni salah satunya memiliki karyawan paling tidak 10 orang lebih.

Totok Haryanto, Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja, Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja Bondowoso, Rabu (10/6/2020), mengatakan, telah ada surat edaran dari Kemenaker bahwa perusahaan mulai bisa membuka usahanya kembali selama masa new normal ini. Tentu, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

 

Baca Juga : Pemkab Bondowoso Akan Bentuk Satgas Ketahanan Pangan Covid-19

 

“Temen-temen yang selama ini dirumahkan, bisa bekerja lagi,”ujarnya.

Sejak surat edaran dari Kemenaker turun, kata Totok, pihaknya selama ini telah turun untuk menghimbau bahwa pengusaha bisa membuka usahanya kembali. Selanjutnya akan ditindaklanjuti dengan surat edaran dari dinas.

“Kami sudah langsung turun walaupun masih belum secara resmi. Setelah ini kami mau buat surat edaran itu,” Katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, dan Ketenagakerjaan, Nunung Setyaningsih, menambahkan, pihaknya mensupport perusahaan agar tidak serta merta mem-PHK karyawan. Sekaligus, terus memotivasi perusahaan agar tetap eksis namun tidak merugikan pekerja.

“Tentu dengan tetap menerapkan protokol kesehatan,”pungkasnya.(och)