BONDOWOSO – Pedagang sore dan pagi di Pasar Induk Bondowoso mendesak Pemerintah Daerah dalam hal ini, Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag), serta DPRD untuk kembali meninjau kebijakan memindah pedagang di lantai dua.

Demikian disampaikan oleh Endang, salah seorang pedagang sore di Pasar Induk Bondowoso, Jum’at (10/4/2020).

Ia menerangkan, saat dipindah ke lantai dua pihaknya mengalami penurunan pendapatan. Karena memang pembeli banyak yang enggan untuk naik. Selain karena harus manaiki tangga, keramik yang licin setiap hujan pun menjadi salah satu faktor juga.

Keluhan ini telah disampaikan sejak Januari 2020, saat kebijakan pertama kali dilaksanakan. Sehingga keberadaan pandemik Covid-19 pun semakin membuat terpuruk para pedagang.

“Kami mengeluh sepi sejak awal Januari. Tambah ada Covid seperti malah tambah sepi lagi,”ungkap pedagang daging ayam itu.

 

Baca Juga : Korban Hanyut Ditemukan Tak Bernyawa

 

Diakuinya, bahwa tujuan dari pemindahan pedagang pagi dan sore ke lantai ke dua sebagai upaya untuk menjadikan Pasar Induk sebagai pasar berstandart nasional. Akan tetapi, hendaknya kebijakan tersebut tidak justru merugikan pedagang.

“Tetapi yang tidak kami ingin merugikan para pedagang dengan dalih membuat pasar sesuai standart nasional. Sedangkan fasilitasnya tak memadai,”katanya sembari menunjukkan gambar pasar yang tampak kumuh, berserakan sampah, dan beberapa titik air yang menggenang karena saluran menyumbat di lantai dua.

Selama ini, pihaknya telah menyampaikan aspirasi kepada Komisi II DPRD dan termasuk Diskoperindag. Berharap, ada tindak lanjut dari aspirasi tersebut.

“Harapan kami seharusnya ada komunikasi yang baik. Tidak ada sekat. Ada komunikasi yang baik antara pedagang dan Dinas. Sehingga terbina satu kesatuan yang utuh antara pedagang dan dinas. Harapan kami sebaiknya pihak pengellla pasar lebih mementingkan kepentingan umum, yakni pembeli dan pedagang. Daripada kepentingan golongan,”pungkasnya.

Sebelumnya, para pedagang sore itu pun telah menemui Dewan Research Daerah (DRD) untuk menyampaikan aspirasi serupa.(och)