BONDOWOSO – Pasar ikan di Bondowoso memiliki potensi yang cukup besar. Bahkan dalam sepekan nilai transaksi ikan mencapai Rp 2,3 milliar, dengan perputaran penjualan ikannya mencapai 75,1 ton per minggu.

Ada pun jenis ikan yang dijual di antaranya ikan tongkol, ikan pindang tuna, ikan pindang kecil, ikan cumi pindang, ikan teri, dan ikan layur. Menariknya justru di Bondowoso tidak memiliki laut . Selain itu, transaksi penjualan ikannya juga sangat cepat, yakni berkisar hanya empat jam, mulai jam 14.00 – 18.00 WIB.

Hartono, Kepala Bidang Perdagangan, Disnas Koperasi dan Perdagangan Bondowoso, mengatakan, sentra pasar ikan di Bondowoso ini bukan hanya diisi oleh pengusaha asal Bondowoso.Namun juga dari Pasuruan, Banyuwangi, Jember dan Situbondo. Namun demikian, walaupun transasksinya besar tapi masih ada beberapa hal yang perlu didorong untuk menjaga kualitas ikan yang dijual. Di antaranya perlu ditambah cool room (rumah dingin). Sejauh ini baru ada dua rumah dingin dengan kapasitas 12 ribu kilogram milik pengusaha besar yang berjualan di sana.

 

Baca Juga : Sebulan Digaji Rp 75 Ribu, Karyawan Klinik di Bondowoso Demo

 

“Kalau dilihat dari fluktuatif ikan kalau sudah musim bagus, itu yang memakai kurang lebih ya tiga cool room. Soalnya kalau saya liat dari beberapa pasar khsusunya di Bondowoso, konsumsi ikan pindangnya itu besar sekali,”  papar Hartono saat ditemui di ruang kerjanya oleh Memo Indonesia.

Ia menjelaskan pihaknya belum bisa membantu pengadaan cool room. Karena pemerintah daerah hanya bisa menjadi fasilitator. Sementara, jika melakukan pengadaan cool room justru akan membuat Pemkab menjadi pengusaha.

“Kalau seperti itu kan nanti Pemkab akan menjadi pengusaha, sedangkan Pemkab ini kan sebagai fasilitator,” jelasnya. (och)