Share

BONDOWOSO – Ketua DPRD Bondowoso, Tohari menanggapi adanya informasi tentang dugaan satu anggota DPRD Kabupaten Bondowoso, yakni Supriyanto yang ditetapkan sebagai tersangka kasus penipuan oleh Satreskrim Polres Probolinggo.

Pada awak media, Ia menerangkan bahwa pihaknya sejauh ini belum menerima pemberitahuan dari Polres Probolinggo. Karena itu pihaknya akan menunggu dan akan mengustus Sekwan untuk mengetahui status pasti. Kemudian akan diteruskan dengan pembicaraan di tingkat pimpinan DPRD.

“Sampai sekarang itu tidak ada pemberitahuan ke kita. Toh, walaupun dia sudah ditetapkan sebagai tersangka, tapi kemudian tidak bisa serta merta di-PAW (Pergantian Antar Waktu), karena status tersangka itu masih belum bisa memberhentikan Supriyanto itu,” jelasnya.

Ia menerangkan bahwa pihaknya tidak bisa memberhentikan tersangka selama masih belum ada putusan, atau vonis hukum yang inkrah. Kecuali ada pemberhentian dari partai.

“PAW mau diganti atau tidak itu terserah partai. Sekarang saja, ini tersangka kemudian oleh partai diberhentikan, ya sudah, silahkan. DPR tak bisa memberhentikan, jika partainya yang memberhentikan, itu urusan partai. Saya aja yang tidak salah misalnya, partai memberhentikan saya, maka saya harus berhenti dan selesai sudah,” terangnya.

 

Baca Juga : Dilaporkan Menipu, Ketua Gerindra Bondowoso Disebut jadi Korban Pembunuhan Karakter

 

Dikutip dari detik.com, Kepolisian Probolinggo menetapkan Supriyanto, Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Gerindra Bondowoso, atas dugaan penipuan uang sebesar Rp 700 juta. Namun polisi tak menahan Supriyanto, lantaran tersangka bersikap kooperatif

Kasat Reskrim Polres Probolinggo AKP Riyanto mengatakan aksi penipuan dilakukan Supriyanto terhadap Ainul Yakin, warga Desa Kedung Dalem, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo.

Supriyanto sendiri, kata Riyanto, telah menjalani pemeriksaan lanjutan di Unit Pidum pada Rabu (2/1). Supriyanto yang juga anggota DPRD Bondowoso itu untuk sementara tidak ditahan.

“Kita tidak tahan karena tersangka bersikap kooperatif,” ujar Riyanto kepada detikcom, Jumat (4/1/2019).(och)