Share

 

BONDOWOSO – Diperkiran sekitar sembilan hektar lahan  hutan lindung di Petak 23 RPH Curahdami, BKPH Bondowoso,  dilalap si jago merah, Rabu malam (26/9).  Adapun, hutan yang terbakar masuk kawasan hutan lindung yang berisi banyak ilalang. Beruntung, lokasi kebakaran hutan sangat jauh dari rumah warga, sehingga tak sampai merembet.

Danru Polmob KPH Bondowoso Yudho Pinanggih menjelaskan, ada beberapa penyebab terbakarnya hutan. Perkiraan untuk kebakaran hutan lindung ini, karena kelalaian manusia. Sebab ada orang yang mencari burung, madu sampai tumbuhan obat di hutan.

“Kadang sampai bermalam, mereka membuat perapian, bisa jadi karena hal tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan Kesiapsiagaan dan Kedaruratan BPBD Bondowoso, Winarno, menerangkan, bahwa hingga saat ini diduga penyebab kebakaran karena adanya kelalaian manusia. Namun demikian, pihaknya masih belum mengetahui secara pasti.

“Tapi karena aktivas orang perorang, nanti biar pihak berwajib yang memdalami disana,” tambahnya saat dihubungi via telphone, Kamis pagi (27/9).

Ia menerangkan di musim kemarau ini potensi kebakaran di hutan sangatlah besar. Oleh karena itu, dihimbau kepada masyarakat agar lebih hati-hati dengan berbagai aktivitas yang berkaitan dengan api. Utamanya, jika aktivitas tersebut dilakulan di dekat hutan.

“Kalau dari BMKG kita diberi surat edaran bahwa diprediksi kemarau terjadi hingga Oktober 2018 ini,”terangnya.

Pantauan di lapangan, masyarakat Bondowoso sejak Rabu sore (26/9) telah melihat kobaran api yang merembet di lereng Gunung Argopuro. Tampak, api tersebut sangat besar, hingga warga yang lokasinya berada jauh pun bisa melihat dengan jelas di beberapa titik wilayah kota.(och)